Alonso: Ralf Harus Dihukum

Alonso: Ralf Harus Dihukum

- Sport
Senin, 24 Mei 2004 02:10 WIB
Jakarta - Pembalap berbakat Renault Fernando Alonso tampaknya memendam kekesalan yang amat sangat terhadap pembalap Williams Ralf Schumacher. Setelah untuk kesekian kali terlibat 'pertarungan', kali ini Alonso meminta FIA menghukum Ralf karena menjadi biang kerok keluarnya ia dari balapan.Alonso sebenarnya memiliki kesempatan cukup besar untuk menjadi kampiun di GP Monaco yang digelar hari ini--minimal runner up. Pasalnya sejak start hingga 'terpaksa' keluar lomba, pemuda asal Spanyol itu berhasil menguntit rekan setimnya Jarno Trulli di posisi kedua. Sayang nasib berkata lain. Di lap ke-42, Alonso terlibat insiden dengan Ralf. Karena terlalu ngotot ketika hendak meng-overlap Ralf di dalam terowongan, mobil R24-nya menyerempet pagar pembatas dan terpelanting. Menurut versi Alonso, insiden mobilnya menyerempat pagar pembatas adalah karena Ralf tak memberi ruang buat dirinya. Padahal Ralf jelas-jelas berada di posisi lebih depan, dan bendera biru (bendera yang memperingatkan backmarkers untuk memberi jalan buat pembalap lain) sudah dikibarkan. Untuk itu Alonso meminta FIA untuk menyelidiki kasus ini, dan kalau perlu menghukum Ralf. "Setelah delapan lap diperingati dengan bendera biru Ralf tidak juga nyadar dan seperti kesulitan mengenali warna (biru) itu. Akibatnya ketika saya memasuki terowongan dia bergerak ke kanan dan melambatkan mobilnya (untuk menghambat saya). Ketika saya mencoba meng-overlap dia dan mobil kami berada bersisian, dia malah menginjak gas hingga saya terdesak ke pagar pembatas," ujar Alonso seperti dilansir eurosport, Senin (24/5/2004). "Saya pikir saya sangat berhak untuk marah. Saya harap FIA menyelidiki insiden ini dan mencabut izin membalap Ralf hingga tiga atau empat balapan ke depan," tegasnya lagi. Insiden yang melibatkan Ralf sendiri bukan kali ini terjadi. Di GP Bahrain pembalap asal Jerman itu sempat bertarung dengan Alonso dan pembalap BAR-Honda Takuma Sato dan nyaris membuat kedua seterunya itu keluar arena. Di Imola, adik Michael Schumacher itu malah terlibat insiden dengan rekan setimnya Juan Pablo Montoya. Tak urung Alonso menuding cara menyetir Ralf yang rada ugal-ugalan menjadi pangkal seringnya pembalap berusia 28 tahun itu terlibat insiden. "Kami mempertaruhkan nyawa kami di sirkuit seperti ini, dan kondisi ini dipersulit lagi dengan kenyataan bahwa kami harus membalap dengan orang-orang yang punya karakter membalap seperti Ralf. Ini bukan kali pertama saya terlibat insiden dengan dia, dan saya yakin ini bukan menjadi yang terakhir," ungkap Alonso. Dikomentari dengan nada pedas seperti itu, Ralf malah dengan enteng menyatakan bahwa Alonso masih kurang pengalaman di Formula 1 dan berkomentar seperti itu karena tak bisa mengendalikan emosinya. Menurut Ralf, insiden Alonso menyerempet pagar pembatas terjadi karena kesalahan pembalap itu sendiri. "Dia (Alonso) hanya melindas trek kotor, dan saya membuat dia mengalami kondisi itu bukan dengan sengaja. Tak benar saya mengabaikan bendera biru... masalahnya Alonso menyetir terlalu ke pinggir hingga melindas trek kotor dan menyerempet pagar pembatas." "Saya mengerti kemarahannya. Pasalnya dia belum punya banyak pengalaman di Formula 1 dan membuat kesalahan. Sudah jelas kalau ia ingin menyalahkan orang lain karena kesalahannya sendiri. Biarkan saja dia selama seminggu, kita tunggu saja emosinya kembali mereda," ujar Ralf santai. (mel/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads