Webber menjalani musim terbaik dalam karirnya di F1 pada tahun 2010 lalu. Ia menuntaskan musim di peringkat tiga meski sempat memimpin klasemen.
Sempat diprediksi akan gantung setir musim ini setelah menjalani musim yang sedemikian sengit, Webber ternyata menegaskan masih ingin terus membalap bersama-sama Red Bull.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tentu saja Anda terkadang dipenuhi tensi tinggi. (Tapi) Tidak ada orang di pit lane yang tidak begitu, bohong kalau ada yang bilang sebaliknya. Itu yang membuat Anda bangkit dari tempat tidur, itu juga yang dirasakan seorang pesaing dan itu juga yang Anda nikmati," paparnya.
Musim lalu Webber juga mendapatkan persaingan ketat dari rekan setimnya sendiri, Sebastian Vettel. Rivalitas tersebut bahkan membuat Webber sempat menuding timnya lebih menganakemaskan Vettel --yang pada akhirnya menjadi juara dunia.
"Aku harap bisa terus bekerja keras untuk Red Bull. Mereka tahu reputasiku adalah jika aku mengerjakan sesuatu, aku selalu melakukannya sekuat tenaga. Dan mereka tahu aku akan melakukannya lagi," tegas si driver asal Australia.
Dari komentar-komentarnya tersebut, Webber jelas terlihat sangat nyaman bersama 'Banteng Merah'. Namun, ternyata ia juga bisa tergoda jika 'Kuda Jingkrak' alias Ferrari sampai menghampirinya.
"Mengemudikan mobil merah itu selalu memberi ketertarikan romantis...," lugas Webber.
(krs/din)











































