Tahun lalu, hubungan antara Webber dan Vettel yang sebenarnya sama-sama membela Red Bull memang meletup-letup. Diakui atau tidak, perlakuan favoritisme 'Banteng Merah' kepada Vettel adalah penyebabnya.
Tetapi Webber meminta episode itu ditutup mulai saat ini. Pembalap Australia itu menyebut ia dan Vettel sudah sama-sama mengambil hikmah dari apa yang terjadi semusim silam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tentu saja saya berharap hasilnya sedikit berbeda. Tetapi inilah olah raga dan inilah makna kompetisi," tukas Webber perihal kegagalannya bersaing dengan Vettel menjadi juara dunia.
Webber menyebut bahwa situasi yang melingkupi Red Bull tahun lalu memang unik sekaligus aneh. Tetapi ia berharap lembaran penuh warna itu ditutup saja karena mereka sudah akan berjuang di musim baru.
"Itu seperti suara kaset rusak. Orang-orang terus bicara tentang itu, tetapi itu bak suara kaset rusak. Saya berharap saat saya berusia 70 tahun tidak ada lagi orang yang bertanya kepada saya apakah saya suka dengan Sebastian atau tidak," tutup Webber bergurau.
(arp/roz)











































