Setelah GP Singapura melangsungkan balapan malam pada tahun 2008 silam, Malaysia mulai melontarkan ketertarikan untuk menggelar balapan usai matahari terbenam.
Pada prosesnya, tidak demikian. Seri "Jet Darat" di Malaysia belum juga menghelat balapan malam sampai dengan musim lalu. Namun, wacana itu kini kembali dijajaki.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada tahun 2008, Mokhzani memupus peluang digelarnya balapan malam karena tingginya biaya listrik sirkuit. Untuk menggelar balapan malam, Sirkuit Sepang diyakini butuh tambahan dana sebesar 15 juta dolar AS.
Pada bulan lalu Chief executive Sirkuit Sepang Razlan Razali menyatakan, Sepang mesti menggelar balapan malam sebelum hak untuk mengelar balapan F1 habis pada tahun 2015.
Balapan malam di Malaysia diharapkan mampu mendongkrak minat para penonton yang belakangan menurun. Tahun lalu tercatat 97 ribu orang yang datang pada tiga hari sesi akhir pekan balapan. Jumlah itu turun dari 126 ribu orang yang datang tahun 2009. Jumlah kehadiran tertinggi lahir tahun 2006 dengan total 140 ribu orang memadati Sepang selama tiga hari.
Wacana balapan malam, kata Mokhzani, kembali dijajaki lagi sebagai proses evolusi lazim setelah Singapura dan Qatar melakukannya.
"Di Qatar dan Singapura, kita melihat bagaimana caranya (balapan malam dilakukan)," kata putra mantan perdana menteri Mahathir Mohammad tersebut.
(krs/din)











































