Sayap Bergerak Bahaya, Pembalap Mungkin Saja Mogok

Sayap Bergerak Bahaya, Pembalap Mungkin Saja Mogok

- Sport
Selasa, 22 Mar 2011 16:02 WIB
Sayap Bergerak Bahaya, Pembalap Mungkin Saja Mogok
Salzburg - Diperkenalkannya sayap bergerak di buntut mobil F1 tahun ini mengundang kontroversi. Bila sayap bergerak itu terbukti membahayakan, maka pembalap mungkin akan mogok.

Seperti diberitakan sebelumnya, kehadiran sayap bergerak ini dimaksudkan sebagai rekayasa agar lebih banyak terjadi aksi susul menyusul. Selain itu, teknologi KERS yang sempat dipakai tahun 2009 juga kembali diperkenalkan.

Tetapi penggunaan sayap bergerak juga mengandung risiko. Mengingat pengoperasian sayap bergerak ini terjadi dalam waktu kurang dari 1 detik, alih-alih menciptakan banyak aksi susul-menyusul, yang terjadi malah serentetan tabrakan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kebanyakan pembalap setuju kalau, dalam beberapa skenario, ada masalah keamanan dan itu masih harus dilihat lagi," tukas juara dunia 2010, Sebastian Vettel, kepada Daily Mirror yang dikutip Eurosport.

Vettel berharap agar para pembalap satu suara. Bila kemudian terbukti bahwa sayap bergerak ini membahayakan, kebersamaan pembalap bisa menekan FIA buat mengubah aturan. Bahkan, mogok pun bisa terjadi.

"Yang terpenting adalah para pembalap selalu bersama-sama," ujar pembalap Red Bull asal Jerman tersebut.

"Jika kami sepakat pada sebuah hal, maka kami punya kekuatan besar. Kami bisa bilang, 'oke, kita tidak akan membalap'. Tapi tidak selalu berarti kami akan mogok. Kita pertama akan mencari solusinya dulu bersama FIA," tutup Vettel.


(arp/a2s)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads