Sebagai dua kekuatan tradisional di F1, wajar bila McLaren dan Ferrari merasa dipermalukan oleh kiprah Red Bull, yang kiprahnya di F1 baru dimulai tahun 2005 ketika masih bersama Sauber.
Prestasi Red Bull musim lalu ketika mengantarkan Sebastian Vettel jadi juara dunia pembalap dan menjuarai kategori konstruktor berbekal 9 kemenangan dari 19 seri jelas menampar McLaren dan Ferrari.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya 100 persen yakin bahwa tidak satu pun di antara McLaren atau Ferrari yang akan membiarkan itu terjadi (lagi)," seru Hamilton seperti yang dilansir Metro.co.uk.
"Mereka (Red Bull) belum berkiprah (di F1) selama tim kami. Tim kami punya status yang pasti mereka juga ingin punya," sambung Hamilton jumawa.
Hamilton kian dalam mencela Red Bull dengan menyebut mereka hanyalah 'pembuat minuman' dibanding dengan McLaren atau Ferrari yang merupakan pabrik manufakturing mobil.
"Red Bull bukan pabrikan, mereka adalah perusahaan minuman. Ini perusahaan minuman vs sejarah McLaren dan Ferrari. Saya tidak tahu rencana mereka apa," tutur Hamilton.
"Tim kami bertekad untuk membangun pabrik yang lebih besar, seperti Ferrari. Saya nilai tim kami sudah ada di sana dalam waktu cukup lama. Ini adalah tim murni dilahirkan untuk balapan," tegas dia.
(arp/roz)











































