Pirelli pertama kali menjadi pemasok ban untuk F1 pada periode 1950-an, tepatnya dari tahun 1950 sampai 1958. Mereka kemudian absen setelah memasok ban pada tahun 1991. Artinya, sudah 20 tahun mereka tak ambil bagian di ajang balapan jet darat itu.
Sama seperti Bridgestone tahun lalu, Pirelli juga menjadi pemasok tunggal. Pergantian dari Bridgestone ke Pirelli juga berarti sebuah adaptasi baru bagi para pembalap.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bagi Alonso sendiri, adaptasi dengan Pirelli masih harus dilakukan lagi. Tak hanya dengan cara membalap, tapi juga dalam hal pengaturan strategi tim untuk menyesuaikan waktu masuk pit.
"Ada banyak hal untuk dipelajari dengan menggunakan ban-ban ini. Tentu saja ini artinya ada cara baru untuk menjalani balapan dalam hal strategi," ujar pembalap asal Spanyol itu di Autosport.
"Jadi, Formula 1 yang baru, dalam hal strategi, dimulai di Melbourne ini. Kami harus belajar dari balapan ini untuk mempersiapkan diri pada balapan-balapan selanjutnya."
"Kami harus berkonsentrasi dan fokus pada strategi karena itu bisa berperan besar dalam hasil balapan."
"Jumlah lap (yang menggunakan ban keras dan ban lunak) sulit untuk diprediksi sekarang. Tapi saya pikir itu bukan masalah besar karena semuanya kini menggunakan ban yang sama," tukas Alonso.
GP Australia di Sirkuit Albert Park, Melbourne, akan menjadi seri pertama balapan tahun ini pada 27 Maret mendatang. Munculnya Australia sebagai seri pembuka setelah GP Bahrain, yang sedianya digelar pada 13 Maret, ditunda lantaran situasi keamanan yang tidak kondusif di negara tersebut.
(roz/din)











































