Sebagai juara bertahan, Vettel jelas jadi sasaran utama para pembalap lain yang hendak berusaha merebut gelarnya. Termasuk juga Hamilton dari McLaren.
Maka dari itu selain bertarung di atas lintasan, Hamilton pun dinilai sudah menebar psy-war ke arah Vettel dan Red Bull, entah itu dengan menyebut 'Banteng Merah' sekadar perusahaan minuman, atau Vettel cuma sekadar level Nigel Mansell saja.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya pikir ini cuma permainan saja, saya juga membaca kalau Lewis bilang Red Bull harus menggunakan KERS di mobil mereka jika ingin kompetitif. Itu hanya permainan kecil yang dimainkan untuk mencoba menggoyang Sebastian dan Red Bull," ujarnya.
Herbert yang, seperti Hamilton, berasal dari Inggris itu juga menilai kalau sebenarnya usaha kompatriotnya tersebut percuma saja. Masalahnya, Vettel bukanlah tipe pembalap yang suka terlibat dalam hal-hal semacam itu.
"Terkadang dalam F1 wajar ada kata-kata seperti itu. Saya suka Lewis, gayanya, terkadang ia bikin terlalu banyak kekeliruan tapi ia belajar dari situ, tetapi Sebastian bukan tipe seperti itu, ia hanya melakukan apa yang perlu dilakukan," papar Herbert.
(krs/roz)











































