Perez adalah pembalap debutan yang membela Sauber. Konon, pembalap Meksiko itu bisa mendapat satu kursi di tim itu berkat sokongan dana besar dari perusahaan telekomunikasi Telmex.
Namun Perez bukan sekadar mampu mengucurkan uang karena di GP Australia dua pekan lalu pemuda 21 tahun itu sanggup finis ketujuh sebelum akhirnya didiskualifikasi karena pelanggaran dimensi sayap.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya tahu mengapa saya berada di F1 dan mengapa masih ada orang yang menyebtu saya sebagai pembalap membayar (pay driver)," kata Perez dalam wawancara dengan AFP.
"Saya selalu percaya kepada diri sendiri, tetapi rasanya enak sekali bisa menutup mulut mereka yang tidak henti-hentinya mengatakan saya ada di sini cuma karena sanggup membayar," imbuhnya.
Pernyataan serupa muncul dari mulut Petrov. Nyaris terbuang dari Renault di awal musim ini, pembalap Rusia itu diyakini dipertahankan karena kucuran deras uang Rubel dari sponsornya.
Walau begitu, ternyata kemampuan Petrov tidak mengecewakan. Pembalap 27 tahun itu berhasil finis ketiga di Albert Park setelah memperlihatkan penampilan menawan di lintasan.
"Jika ada orang yang mengatakan tentang itu (status pay driver), maka saya akan bilang, "tutup mulutmu!"," kata Petrov dengan lantang.
"Saya tidak ingin orang-orang berpikir bahwa kami ada di sini hanya karena uang," sambung pembalap berjuluk 'Roket Vyborg' tersebut.
Akhir pekan ini, kesempatan Perez dan Petrov untuk membuktikan diri lagi tersaji di GP Malaysia. Sebagai informasi, Perez akan start dari posisi 16 dan Petrov bakal mengawali lomba dari posisi kedelapan.
(arp/nar)











































