Salah satu indikasi bahwa publik China tidak terlalu mencintai F1 adalah sedikitnya perusahaan asal negeri 'Tirai Bambu' itu yang mencoba berpromosi lewat ajang balap jet darat itu.
"Negeri ini belum memberi respons kepada olahraga ini," tulis Coulthard dalam kolomnya di The Telegraph seperti yang dikutip Auto 123 Racing.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Aigo seperti yang disebut oleh Coulthard adalah perusahaan elektronika asal China yang menjadi sponsor buat McLaren.
Coulthard yang kini menduduki jabatan penasihat buat Red Bull menganggap kalau Sirkuit Shanghai yang megah jadi percuma karena animo masyarakat yang kurang.
"Yang kita dapati adalah trek yang separuh kosong dan tidak berjiwa yang terletak sejam perjalanan di luar kota. Tribun utamanya banyak yang kosong dan Anda memerlukan bus untuk berjalan dari satu ujung paddock ke ujung lain," tegas Coulthard.
(arp/mrp)
