Vettel, yang memenangi dua seri pertama musim ini di Australia dan Malaysia, sempat berpeluang untuk mencatat hat-trick ketika ia berada di depan rombongan pembalap pada balapan GP China di sirkuit Shanghai, Minggu (17/4/2011).
Namun memasuki lap-lap terakhir ia mendapat tekanan hebat dari Hamilton, dan akhirnya dilewati di lap 52. Di akhir lomba berdurasi 56 lap itu ia menduduki peringkat dua dengan selisih lima detik dari Hamilton.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Aku rasa start kami bukanlah yang terbaik yang kami dapatkan tahun ini," cetus juara dunia asal Jerman itu, seperti dilansir F1live.
Selain soal start, perubahan strategi menjadi dua kali pitstop juga membawa risiko tersendiri, terutama pada pemeliharaan ban.
"Aku lihat Lewis terus mendekat, dan tidak ada gunanya juga (melawan terlalu keras). Aku sudah berusaha bertahan semampuku tanpa kehilangan waktu terlalu banyak dari pembalap-pembalap di belakang. Tapi dia menemukan cara yang mudah untuk melewatiku."
Disimpulkan Vettel, balapan hari ini sulit buat dia dan timnya. Apalagi ia juga punya masalah dengan komunikasi radio dengan tim di pit wall. Akibatnya, ada beberapa hambatan untuk memberi feed back pada tim tentang kondisi mobil.
"Menjadi tidak mudah karena biasanya anda bertukar informasi: bagaimana kondisi ban, situasi pembalap lain, mereka pakai ban apa, dan lain-lain. Aku sering bertanya tapi tak dapat jawaban. Kami punya masalah dengan kominukasi," ungkapnya.
Dengan beberapa masalah tersebut Vettel mengaku tetap senang bisa menaiki podium. Apalagi rekan setimnya, Mark Webber, secara gemilang juga berhasil finish nomor tiga, walaupun mengawali lomba dari barisan belakang.
"Selamat juga pada Lewis dan McLaren. Mereka melakukan pekerjaannya yang sangat baik. Ini menunjukkan bahwa ketika kita mencoba sesuatu yang sedikit berbeda, dan melakukan kesalahan satu detik atau satu balapan, yang mana hal itu wajar, maka seseorang akan mengalahkan anda."
(a2s/mfi)











































