Bisa Akhiri Puasa Podium di Monako, McLaren?

Jelang GP Monako

Bisa Akhiri Puasa Podium di Monako, McLaren?

- Sport
Jumat, 27 Mei 2011 07:00 WIB
Bisa Akhiri Puasa Podium di Monako, McLaren?
Monako - Semenjak 2008, McLaren belum mampu memenangi GP Monako. Kini "puasa" kemenangan itu akan coba disudahi agar sekaligus bisa membendung laju Red Bull.

Sejauh ini McLaren masih menjadi konstruktor tersukses di GP Monako dengan jumlah kemenangan 15, mengungguli Ferrari yang baru mengantongi 9 kemenangan di sana.

Akan tetapi, peruntungan McLaren di Monako tidak bagus selama dua musim terakhir. Jangankan menang, McLaren malah tak mampu menempatkan pembalapnya di podium.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kali terakhir driver McLaren berhasil naik podium adalah pada musim 2008 lalu, saat Hamilton keluar jadi pemenang.

Musim ini, McLaren sangat bershasrat menang di Monako. Dengan karakteristik sirkuit tersebut, Monako dinilai sebagai salah satu sirkuit di mana McLaren bisa menandingi laju kencang Red Bull.

Menilik hasil di dua sesi latihan bebas, Kamis (26/5/2011), optimisme pun tersembul. Jenson Button--pemenang GP Monako 2009 saat masih membela Brawn GP--sukses menyudahi sesi itu di posisi enam dan empat, sedangkan Hamilton di posisi lima dan dua.

McLaren boleh kian senang karena Hamilton, satu-satunya pembalap musim ini yang sudah mampu mengganggu dominasi Sebastian Vettel dari Red Bull, pun tampak ceria.

"Fantastis sekali di luar sana. Aku suka lintasannya, aku suka cuacanya. Ini adalah tempat yang indah. Aku menikmati setiap lap yang aku lewati dan aku mendapatkan pemandangan terbaik dari seluruh Monako saat aku di dalam mobil!"

"Aku sangat senang di sini, aku sangat puas dengan keseimbangan mobilnya dan aku menjauhi masalah, tapi (balapan) akan sangat ketat di sini," ujar Hamilton di ESPN F1.

Bermodal Hamilton sebagai driver McLaren terakhir yang menang di Monako dan pengalaman Button yang pada musim 2009 juga pernah menang di sana, McLaren pun siap memaksimalkan sirkuit jalan raya di seri keenam ini untuk membendung Red Bull seraya mengakhir "puasa" kemenangan di sana.

Bisakah?



(krs/rin)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads