Hamilton mendapat kritik deras usai insidennya dengan rekan Barrichello di Williams, Pastor Maldonado, dan juga pembalap Ferrari Felipe Massa, saat GP Monako lalu.
Bukan hanya itu. Hamilton juga mencuatkan kontroversi dengan berkomentar miring terhadap steward di Monako, yang dianggapnya tidak adil cuma karena ia pembalap berkulit hitam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Lewis adalah seorang pembalap hebat. Dalam 10 tahun ke depan, ia akan melihat ke belakang dan bilang, 'Aku mestinya tidak melakukan itu' atau 'Ya, mestinya aku tetap melakukan itu'," ujar Barrichello kepada Reuters.
"Saat ini, saya pikir, Anda tidak bisa meminta pembalap paling berpengalaman untuk menariknya dan bilang, 'Lewis, kamu harusnya tidak melakukan itu' karena takkan berhasil," imbuh pembalap 39 tahun yang punya panggilan akrab Rubinho tersebut.
Barrichello, yang memulai karirnya di F1 sejak tahun 1993, lantas mengaku kalau Hamilton mengingatkannya akan Senna, juara dunia tiga kali dari Brasil yang tewas dalam kecelakaan di GP San Marino tahun 1994 lalu.
Senna terkenal bukan hanya karena kepiawaiannya di lintasan, tetapi juga karena acap terlibat insiden dengan para pembalap dari tim rival, bahkan rekan setimnya sendiri. Namun, seiring dengan bertambahnya usia, ia terlihat lebih tenang.
"Ia (Hamilton) sedang tampil dengan amat bagus, jadi Anda hanya tinggal membiarkan hidup mengajarkannya apa yang tepat dan tidak. Yang terpenting adalah ia fenomenal, ia cepat, ia suka unjuk aksi karena ia melakukan beberapa overtaking bagus, yang terkadang sukses dan kali lain tidak."
"Di masa lalu, Ayrton Senna dikritik karena (aksinya) dinilai terlalu berbahaya di lintasan dan Anda bisa lihat dia jadi lebih tenang seiring dengan waktu, dan hal serupa akan terjadi dengan Lewis," lugas Barrichello.
(krs/rin)











































