Hamilton gagal menuntaskan GP Monako yang dilangsungkan Senin (13/6/2011) dinihari WIB. Dia sudah harus menjadi penonton saat balapan baru masuk lap delapan setelah bersenggolan dengan Jenson Button.
Meski cuma berada di lintasan selama delapan putaran, Hamilton setidaknya terlibat dalam tiga insiden yang dianggap membahayakan. Inilah yang kemudian membuatnya kembali dapat sorotan menyusul kejadian yang sama di GP Monako dua pekan lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Yang kemudian menuntaskan kiprah Hamilton adalah senggolan yang terjadi dengan Button. Mencoba menyalip rekannya dari sisi kiri, bagian depan mobil Hamilton mencium buntut tunggangan Button. Senggolan tersebut membuat MP4-26 Hamilton menyambar pembatas lintasan dan merusak suspensi serta ban belakang.
"Apa yang sudah dia lakukan sudah melewati semua batasan-batasan. Dia benar-benar gila," seru mantan juara dunia tiga kali Niki Lauda.
"Jika FIA tidak menghukumnya, saya tidak mengerti lagi apa yang terjadi di dunia ini. Pada suatu titik guyonan ini harus dihentikan. Anda tak bisa berkendara seperti ini - karena itu bisa membuat seseorang terbunuh," lanjut Lauda seperti diberitakan Autosport.
Pernyataan Lauda tersebut muncul hanya beberapa jam setelah mantan juara dunia lainnya, Emerson Fittipaldi, yang juga merupakan steward di Montreal, meminta Hamilton menurunkan tensi agresifitasnya.
"Saya pikir Lewis punya talenta hebat, seorang juara dunia, tapi kadang dia juga terlalu agresif saat mencoba membalap. Seperti di Monako dengan melibatkan Felipe (Massa), dengan meletakkan mobil di jalur lintasan dan membuat Felipe dalam posisi sulit," sahutΒ Fittipaldi.
Foto: Hamilton sesaat setelah menyambar Red Bull milik Webber (Getty Images).
(din/roz)











































