Hamilton terlibat dua insiden di GP Kanada akhir pekan lalu. Yang pertama, ia bersenggolan dengan pembalap Red Bull, Mark Webber, dan kedua ia bersenggolan dengan rekan setimnya, Jenson Button.
Insiden dengan Button membuat mobil McLaren Hamilton rusak berat dan ia harus gagal finis. Button sendiri akhirnya tampil sebagai juara, sedangkan Webber finis ketiga.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perilaku Hamilton mengundang kritik dari banyak pihak, seperti Niki Lauda yang menganggap Hamilton bisa membunuh orang lain. Kritik yang lebih kalem dilontarkan Moss, yang sama seperti Hamilton juga berkebangsaan Inggris.
"Di dunia balap modern, selama seorang pembalap berada di dalam kokpit, maka dia aman seperti berada di dalam rumah," kata Moss seperti yang dikutip Super Sport.
"Tapi tindak tanduknya lumayan keliru. Dia seharusnya tidak menyetir seperti itu dan dia sudah memberi contoh buruk, apalagi untuk seorang pembalap fantastis seperti dia," imbuh Moss.
Menurut Moss yang kini berusia 81 tahun, Hamilton berubah sejak ia tidak lagi diasuh oleh ayahnya, Anthony Hamilton. Moss menyarankan Hamilton minta nasihat lagi pada ayahnya.
"Satu hal yang ia kehilangan adalah ayahnya. Ayahnya tidak lagi menjadi manajernya dan saya berharap ayahnya tetap di sana karena saya pikir dia bisa menyelesaikan masalah ini," tegas Moss.
(arp/nar)
