Sejak 2007, Red Bull menggunakan mesin Renault setelah disokong Ferrari dan Cosworth. Awal-awal kerjasamanya, Red Bull memang belum menuai hasil maksimal yang membuat produsen minuman energi asal Austria berniat pindah ke Mercedes.
Tapi penampilan hebat mesin Renault pada tiga musim terakhir termasuk saat membawa Sebastian Vettel menjadi juara dunia dan merebut gelar konstruktor, manajemen Red Bull berencana memperpanjang kontrak dengan Renault untuk F1 musim 2014.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami sedang berbicara dengan Renault soal musim 2013 dan perkembangannya sejauh ini berjalan dengan sangat baik, seperti yang kami harapkan untuk memakai mesin turbo empat silinder berkapasitas 1,6 liter," sambungnya.
"Perpanjangan kontrak masih kami rahasiakan sampai ada perkembangan baru. Soal penggunaan turbo V6 pada 2014 dan kami telah menerima sinyal positif dari Renault. Namun kami harus mendiskusikan soal situasi baru nanti," tuntas Mateschitz.
Selain itu Mateschitz juga menyangkal pemberitaan jika Red Bull berencana mengembangkan mesin sendiri seperti halnya Ferrari dan Mercedes, dengan bekerja sama dengan pabrikan lokal Austria, AVL. Rencana itu dikatakannya memang ada tapi bukan jadi prioritas utama.
"Aku menilai jika AVL mampu membuat mesin F1. Namun dengan beberapa perbaikan di beberapa area."
(mrp/mrp)











































