Spekulasi tentang itu sudah sejak beberapa waktu beredar. Bola kian liar ketika Hamilton disinyalir mengadakan pertemuan rahasia dengan prinsipal Red Bull, Christian Horner, di GP Kanada.
Fakta baru yang terungkap juga makin membakar spekulasi itu. Hamilton yang dikontrak McLaren sampai akhir 2012 ternyata punya klausul yang bisa membuatnya hijrah setahun sebelumnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Horner memilih hati-hati menanggapi isu tersebut. Menangani dua juara dunia dengan kemampuan setara serta ego yang (pastinya) sama-sama besar jelas bukan beban ringan.
"Di atas kertas, duet Vettel-Hamilton akan sangat atraktif. Tapi melihat realitanya, tentang bagaimana cara kami bekerja serta dari sejarah, dua pembalap kelas dunia di satu tim tidak selalu menjadi pasangan terbaik," kata Horner di SkySports.
Horner mencontohkan beberapa duet pembalap papan atas dalam satu tim yang tidak berjalan harmonis. Yang teranyar tentu friksi di McLaren saat Hamilton berpasangan dengan Fernando Alonso.
"Coba Anda pikirkan (Ayrton) Senna dan (Alain) Prost, (Nelson) Piquet dan (Nigel) Mansell atau bahkan Alonso dan Hamilton," ungkap Horner.
"Kami sangat senang dengan komitmen jangka panjang Sebastian kepada tim. Juga untuk Mark. Kami sangat senang dengan hasil kerjanya," tambahnya. "Fokus kami saat ini adalah pada dua pembalap tersebut ketimbang memikirkan pergantian."
(arp/roz)











































