Selama lima tahun, dari tahun 2000 sampai 2004, Schumi-sapaan Schumacher--tidak teredam dalam memenangi balapan sekaligus merebut gelar juara dunia pada seluruh musim tersebut.
Bukan hanya itu, dalam laju memenangi 48 balapan dari total 85 seri selama periode tersebut, Schumi--saat itu masih membela Ferrari--juga seraya mencatatkan rekor jumlah kemenangan dalam semusim, saat ia memenangi 13 seri di musim 2004.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jika memperhitungkan akhir musim lalu, sang juara bertahan kini sudah meraih 10 pol dari 12 seri terakhir, dan memenangi sembilan seri di antaranya.
Dominasi semacam itulah yang lantas membuat tidak sedikit kalangan yang percaya kalau Vettel akan bisa meniru dominasi Schumi. Namun, Hamilton yang membalap untuk McLaren yakin tidak akan begitu.
"Aku pikir itu takkan terjadi. Aku pikir zamannya sudah berbeda, peraturan berubah setiap saat," nilai Hamilton seperti dilansir Sportinglife.
Selain aspek peraturan, Hamilton juga menyoroti lebih ketatnya persaingan saat ini dibandingkan dengan saat Schumi mendominasi, karena saat ini persaingan tak lagi hanya jadi milik "kekuatan lama" macam McLaren dan Ferrari.
"Red Bull jelas sudah menunjukkan mereka adalah tim tangguh, tapi Anda juga punya banyak tim kuat lain seperti Renault yang sudah menunjukkan mereka semakin tangguh tahun ini."
"Lalu ada Mercedes yang siap mengancam. Anda bahkan punya Williams. Simak saja perubahan-perubahan yang akan mereka lakukan dua tahun ke depan. Jadi saya pikir situasinya sama. Ada lebih banyak hal pada saat ini dibandingkan dengan era Schumacher dulu," simpul Hamilton.
(krs/din)











































