Bos GP Bahrain Kecam Tim F1 dan Webber

Bos GP Bahrain Kecam Tim F1 dan Webber

- Sport
Rabu, 13 Jul 2011 02:19 WIB
Bos GP Bahrain Kecam Tim F1 dan Webber
Manama - Bos GP Bahrain Zayed Alzayani mengecam sikap tim kontestan F1 yang tidak bersedia tampil di sirkuit Sakhir. Secara khusus ia juga mengecam pembalap Red Bull Mark Webber.

Situasi politik membuat nasib GP Bahrain sempat dirundung tanda tanya. Dalam sidang World Motor Sport Council awal Juni silam, sempat diputuskan bahwa balapan di Sakhir bisa digelar Oktober mendatang.

Namun tim kontestan F1 keberatan dengan keputusan itu. Pada akhirnya GP Bahrain benar-benar dipastikan batal pada pertengahan bulan lalu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dilansir dari Crash, Selasa (12/7/2011) bos GP Bahrain Zayed Alzayani mengecam sikap tim kontestan F1. "Itu tindakan temperamental. Saya merasa kecewa karena dalam tiga bulan saya tidak bisa mengubah pemikiran mereka menjadi: 'Oh, Bahrain adalah salah satu tujuan favorit kami. Kami senang di sana. Kami merasa di rumah di Bahrain'," keluhnya.

"Sebelumnya mereka berpandangan: ''Kami tidak ingin pergi ke Bahrain'. Ya memang sesuatu telah terjadi, namun Anda tidak boleh bersikap temperamental."

Alzayani secara khusus mengecam Mark Webber. Pembalap Red Bull itu merupakan yang paling keras menyuarakan penolakan untuk tampil di Sirkuit Sakhir.

"Webber membahas soal hak asasi manusia. Apakah Australia tidak menghadapi problem terkait suku Aborigin? Saya melihat Webber tak membicarakan tentang itu. Mengapa Webber menentang Bahrain, saya tidak tahu."

"Dia sudah membalap di Bahrain berkali-kali dan dia selalu menyukainya. Kami juga tidak pernah mendapat kritik di tujuh gelaran sebelumnya. Kami selalu mendapatkan penilaian tinggi dari organisasi, semua yang terlibat di F1 menyukainya."

Alzayani mengatakan bahwa keputusan Bahrain untuk mengundurkan diri dari kalender kompetisi musim ini terkait karena banyaknya complain yang datang. "Ada banyak keluhan dari tim dari sponsor, dan pada akhirnya kami memutuskan mundur. Kami tidak ingin terlibat perselisihan dengan tim," jelasnya.

Lalu bagaimana untuk balapan di musim-musim berikutnya? "Saya tidak tahu kapan balapan di Bahrain tahun depan digelar. Itu bukan kewenangan kami," tuntas dia.

(nar/arp)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads