Perlahan tapi pasti, Hamilton terus menunjukkan konsistensi. Mendekati tengah musim kompetisi, juara dunia 2008 itu tampil meyakinkan dan kini tinggal berselisih lima poin saja dari posisi kedua Mark Webber.
Kemenangan merupakan sesuatu yang sangat dinantikan semua pembalap, termasuk Hamilton. Bagi pembalap asal Inggris itu, menempati podium tertinggi menghadirkan perasaan tersendiri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ketika kita tumbuh dewasa dan melihat atlet peraih emas Olimpiade berdiri di podium atau melihat para pembalap di waktu lalu berdiri di podium, maka kita bermimpi bahwa diri kita lah yang ada di sana dan mendengarkan lagu kebangsaan," lanjut pembalap McLaren itu.
Namun begitu Hamilton juga "mengeluhkan" durasi lagu kebangsaan Inggris yang terlalu singkat. "Satu-satunya hal (yang kurang) adalah lagu kebangsaan pembalap lain durasinya lebih lama dibanding milik kami," lugasnya.
"Ketika saya berada di podium, sementara Felipe Massa yang menjadi pemenang, prosesi itu berjalan selama sepuluh menit. Namun ketika saya yang menjadi pemenang, prosesnya cuma sekitar setengah menit. Saya menyarankan Inggris bisa membuat durasi lagu kebangsaan bisa lebih panjang lagi," kata dia.
Hasil penelitian yang menggunakan analisis chronometric menunjukkan bahwa durasi God Save The Queen adalah 44,4 detik. Sementara itu lagu kebangsaan Jerman (Das Deutschland) adalah sepuluh detik lebih panjang yakni 54,4 detik. Ada pun untuk lagu kebangsaan Brasil dan Australia, durasinya masing-masing adalah 53,2 detik dan 57,3 detik.
"Keluhan" Hamilton mendapatkan respon dari politisi partai liberal Demokrat Greg Mulholland. Ia menilai bahwa Hamilton harus mendorong otoritas F1 untuk memainkan kedua versi dari God Save The Queen.
"Saya sangat bisa memahami rasa frustrasinya. Namun saya pikir ini adalah waktunya untuk mempertimbangkan bahwa Britania Raya dan Inggris adalah hal yang berbeda."
"Tidak masalah memainkan 'God Save The Queen' di Olimpiade, ketika para atlet berkompetisi atas nama Britania Raya. Namun ketika atlet Inggris berkompetisi di bawah bendera itu, maka harusnya ada lagu kebangsaan yang sesuai."
(nar/arp)










































