Seperti sudah jadi rahasia umum, Alonso dan Hamilton tidaklah harmonis. Tidak cuma bersaing ketat di lintasan, tetapi keduanya juga tidak rukun di luar trek. Tidak jarang mereka terlibat konflik.
Alonso mengingat lagi masa-masa itu. Pada dasarnya, Alonso --yang kini memperkuat Ferrari-- merasa bahwa McLaren adalah satu-satunya pihak yang harus disalahkan dalam masa itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Alonso, bekerja sama dengan Hamilton tidak seburuk dugaan orang. Walau keduanya adalah pembalap penuh talenta dengan ego tinggi, kenyataannya mereka bisa saling belajar.
"Anda selalu bisa belajar dari masa-masa yang sulit," kata Alonso.
"Tahun itu secara umum cukup bagus dan saya belajar banyak hal. Saat Anda berada dalam satu tim dengan pembalap hebat, maka Anda harus belajar untuk tumbuh bersama."
"Anda berkembang dalam hal persiapan balapan dan bahkan juga dari cara dia membalap karena Anda berbagi telemetri. Jadi, itu adalah pengalaman yang hebat," tukas pembalap Spanyol itu.
Duet Alonso dan Hamilton cuma bertahan setahun karena tahun 2008 Alonso kembali ke tim lamanya, Renault. Tahun 2010, Alonso ke Ferrari. Sementara Hamilton hingga kini masih jadi andalan McLaren.
(arp/arp)











































