10 Momen Puncak dan Nadir Schumacher (1)

10 Momen Puncak dan Nadir Schumacher (1)

- Sport
Kamis, 25 Agu 2011 16:02 WIB
10 Momen Puncak dan Nadir Schumacher (1)
Jakarta - Akhir pekan ini, Michael Schumacher akan memperingati 20 tahun karirnya di Formula 1. Untuk itu, mari kita menengok apa-apa saja momen puncak sekaligus nadir Schumi.

Daftar 10 momen puncak dan nadir Schumi ini disusun oleh kolumnis F1 di Daily Mail, Phil Duncan.

10. Sembrono
Di GP Hongaria 2010, Rubens Barrichello bersiap-siap menyalip Schumi dari kanan dengan mobil yang lebih cepat. Di kecepatan 190 mil per jam, Schumi tiba-tiba bergerak ke kanan dan nyaris membuat Barrichello menghantam tembok di sisi kanannya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bila Barrichello celaka, akibatnya bisa fatal. Schumi menyadari kesembronoannya dan meminta maaf kepada Barrichello usai balapan.

9. Kilat
Tahun 2002, Schumi menyegel gelar juara dunia di seri ke-11 dari 17 seri yang diagendakan dan itu terjadi tiga bulan sebelum musim berakhir. Ia total memenangi 11 seri dan selalu berada di podium dalam 17 balapan.

Dengan catatan di atas, Schumi menyamai rekor lima kali juara dunia milik Juan Manuel Fangio. Tahun 2004, dia menahbiskan diri jadi pembalap dengan jumlah kemenangan terbanyak dalam satu musim dengan 13 kemenangan.

8. Team Order
Salah satu team order paling jelas dan paling memalukan terjadi di GP Austria 2002. Pembalap Ferrari, Rubens Barrichello, yang dominan sejak awal lomba, diminta memberi jalan buat Schumi di lap terakhir.

Schumi yang saat itu sudah dipastikan jadi juara dunia dicemooh penonton di podium, walau saat itu team order tidak dilarang. Ia kemudian meminta Barrichello naik podium pertama dan menerima trofi pemenang. Ferrari lantas didenda 1 juta dolar AS.

Setelah kejadian itu, team order dilarang. Hingga akhirnya tahun lalu Ferrari kembali memperlihatkan team order antara Felipe Massa dan Fernando Alonso. Solusinya: larangan team order dihapus (lagi).

7. Kehebatan di Spa
Schumi melakukan debut di F1 pada GP Belgia di Sirkuit Spa Francorchamps tahun 1991. Setahun berselang, Schumi kembali mencetak hasil manis dengan menjuarai GP Belgia, gelar juara seri pertamanya.

Di kondisi hujan, Schumi yang saat itu baru berusia 23 tahun dan sudah punya catatan lima kali finis di podium, start dari posisi ketiga dan sukses memecundangi Nigel Mansell dan Ayrton Senna untuk jadi yang terbaik.

6. Dosa terhadap Hill
Musim 1994, Schumi yang membela Benetton bertarung ketat dengan Damon Hill (Williams) hingga seri terakhir di GP Australia di Adelaide. Menjelang seri pamungkas ini, Schumi unggul satu angka dari Hill.

Schumi memimpin di awal lomba, tetapi Hill mencoba mengejar. Mobil Schumi sempat keluar lintasan dan menabrak tembok tetapi ia bisa melanjutkan lomba. Hill terus mengejar dan memanfaatkan kerusakan mobil Schumi.

Saat Hill mencoba menyalip dari kanan, Schumi melambat dan keduanya bertabrakan. Mobil Schumi terangkat dan nyaris terguling. Baik Schumi dan Hill sama-sama terhenti dan Schumi pun jadi orang Jerman pertama yang jadi juara dunia F1.

Setelah balapan, Williams secara tegas menilai 'Schumacher 100 persen bersalah'. Namun akibat masih berduka akibat kematian Ayrton Senna, mereka memilih tidak melakukan banding atas insiden itu.

(bersambung)



(arp/krs)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads