10 Momen Puncak dan Nadir Schumacher (2)

10 Momen Puncak dan Nadir Schumacher (2)

- Sport
Kamis, 25 Agu 2011 18:39 WIB
10 Momen Puncak dan Nadir Schumacher (2)
Jakarta - Akhir pekan ini, Michael Schumacher akan memperingati 20 tahun karirnya di Formula 1. Ini dia lima bagian terakhir dari momen-momen puncak sekaligus nadir Schumi.

Daftar 10 momen puncak dan nadir Schumi ini disusun oleh kolumnis F1 di Daily Mail, Phil Duncan. Bagian pertama bisa Anda baca di sini.

5. Kebangkitan
Kepindahan Schumi ke Ferrari tahun 1996 disambut dengan alis yang terangkat. Maklum, Ferrari tengah 'sakit' dan sudah tidak pernah jadi juara dunia sejak Jody Scheckter melakukannya tahun 1979.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tiga musim pertama Schumi berjalan hancur-hancuran. Tapi tahun 2000, Schumi bangkit dan sukses mengalahkan Mika Hakkinen untuk merebut titel juara dunia ketiganya.

4. Parkir
Kegilaan terjadi di kualifikasi GP Monako 2006. Schumi tengah jadi yang tercepat, tetapi ia terancam oleh Fernando Alonso. Schumi kemudian memelankan mobilnya dan ia berhenti di La Rascasse, tikungan terakhir Sirkuit Monte Carlo.

Akibat 'parkir' Schumi yang sembarangan itu, Alonso tidak bisa mencetak waktu tercepat. Namun keadilan tercipta ketika Schumi dihukum start dari urutan paling belakang.

3. Menangis Kala Samai Senna
Schumacher bukanlah manusia super, ia juga bisa menangis. Peristiwa ini terjadi usai ia menjuarai GP Italia 2000. Kemenangan itu membuat Schumi menyamai rekor 41 gelar juara seri milik sang legenda, Ayrton Senna.

Yang membuat momen itu makin menarik adalah ketika menangis itu Schumi mendapat rangkulan bersahabat dari rival sengitnya, Mika Hakkinen. Setelah itu, adik Schumi, Ralf, juga turut memberi tepukan di bahu.

2. Putus Asa
Schumi nyaris mengulangi insiden Adelaide 1994 pada GP Eropa 1997 di Sirkuit Jerez. Saat itu, ia tengah unggul satu angka dari pesaing terberatnya, Jacques Villeneuve.

Sama persis dengan kasus di Adelaide, Schumi juga memimpin lomba lebih dulu, tetapi Villeneuve perlahan mengejar. Saat itulah, Schumi seperti akan melakukan tindakan yang sama dengan tiga tahun sebelumnya dengan menabrakkan mobilnya ke mobil Villeneuve.

Tidak seberuntung itu, Schumi. Mobil Villeneuve tetap bisa melanjutkan lomba dan Schumi yang malah harus out. Villeneuve jadi juara dunia dan gelar runner-up Schumi dicabut.

1. Langit Ketujuh
Alain Prost melakukannya empat kali, Juan Manuel Fangio melakukannya lima kali, tetapi Schumi melakukannya tujuh kali! Iya, Schumi adalah pembalap dengan gelar juara dunia terbanyak sepanjang masa.

Peristiwa itu terjadi di GP Belgia 2004, seri ke-14 dari 18 seri yang diagendakan. Schumi memang cuma jadi runner-up di belakang Jarno Trulli, tetapi itu sudah cukup membuatnya berada di langit ketujuh.



(arp/krs)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads