'Vettel Bisa Jadi Pembalap Terbaik Sepanjang Masa'

'Vettel Bisa Jadi Pembalap Terbaik Sepanjang Masa'

- Sport
Rabu, 31 Agu 2011 19:26 WIB
Vettel Bisa Jadi Pembalap Terbaik Sepanjang Masa
London - Mantan pembalap Formula 1, David Coulthard, meyakini Sebastian Vettel mampu menjadi pembalap terbaik sepanjang masa. Tapi, Coulthard menganggap Vettel tak akan mampu menyamai dominasi Michael Schumacher.

Setelah merebut gelar juara dunia pertamanya pada tahun lalu, Vettel kembali tampil dominan tahun ini. Dia memenangi tujuh dari 12 balapan yang sudah digelar dan saat ini memimpin klasemen pembalap dengan keunggulan 92 poin atas rival terdekatnya.

Coulthard, yang juga pernah membela Red Bull, memprediksi Vettel akan mampu mempertahankan gelar juaranya. Bukan cuma itu, dia juga yakin Vettel tengah meniti jalan menjadi pembalap terbaik dalam sejarah F1.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya pikir kita bisa menyaksikan perkembangan pembalap terbaik F1 sepanjang masa," tulis Coulthard dalam kolomnya di The Daily Telegraph.

"Kita tidak bisa bilang belum, tentu saja. Cuma sejarah yang akan memutuskannya. Tapi, fakta bahwa Seb terus berkembang dalam setiap aspek, dari cara dia membalap sampai manajemen ban, membangun kecepatan alaminya, tak bisa dibantah," lanjutnya.

"Saya tidak berpikir standar di F1 pernah lebih tinggi daripada sekarang. Fernando Alonso, Lewis Hamilton, Jenson Button, Mark Webber - orang-orang ini kelas dunia. Seb mengalahkan semuanya," kata Coulthard.

Meski demikian, Coulthard memprediksi Vettel tak akan bisa menyamai dominasi Schumacher beberapa tahun silam. Saat masih jaya-jayanya, Schumi yang jadi juara dunia tujuh kali memang seperti tanpa lawan di lintasan. Alasan Coulthard sederhana, yakni perbedaan level persaingan antara dulu dan sekarang.

"Orang-orang bertanya apakah kita akan melihat periode dominasi lain ala Schumacher. Saya kira tidak," ucap Coulthard.

"Michael mengendarai mobil yang tak pernah mogok, mobil yang jauh lebih unggul daripada saingannya, dengan pengujian terbatas dan anggaran terbesar di F1," kata eks pembalap McLaren ini.

"Ferrari dan McLaren punya sumber daya dan personel untuk menyamai Red Bull. Kecepatan mereka sudah sebaik Red Bull dalam beberaoa bulan terakhir," sambungnya.

"Ingat juga, bahwa Michael mengemudi pada era ketika balapan 'berakhir' setelah 40 lap. Maksud saya, jika Anda memimpin setelah pit-stop terakhir, Anda hampir pasti menang karena posisi di trek adalah raja," tuntas dia.

(mfi/mfi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads