Untuk pertama kalinya sejak GP Kanada di bulan Juni, Renault akhirnya bisa melalui Q3 pada sesi kualifikasi di Spa. Kendati demikian, hasil di balapan tidaklah se-menyenangkan sesi kualifikasi.
Bruno Senna sempat bertabrakan dengan Jamie Alguersuari di tikungan pertama, meski akhirnya masih bisa finis di posisi 13. Sementara Vitaly Petrov hanya finis di posisi sembilan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sangat sulit untuk menilai sesuatu hanya dari satu balapan saja, entah itu mengenai siapa yang akan ada di kursi pembalap atau efek dari paket yang sudah diperbaiki," ujar Boullier di Autosport.
"Tapi, Monza akan memberikan kami pandangan yang lebih jernih mengenai bagaimana keadaan kami saat ini."
"Monza selalu menjadi trek yang sulit karena selalu membutuhkan setelan low downforce. Sirkuitnya punya tikungan-tikungan cepat dan trek lurus cepat."
"Setelah langkah yang kami buat di Spa, kami percaya bahwa kami bisa membuat kemajuan di Italia akhir pekan ini," tukas Boullier.
Saat ini Renault berada di posisi lima klasemen konstruktor dengan nilai 68. Mereka berada di bawah para powerhouse seperti Red Bull, McLaren, dan Ferrari--dan ada satu tingkat di bawah Mercedes.
(roz/krs)











































