Saya Tak Ingin Jabatan Presiden FIA

Bos Ferrari Jean Todt:

Saya Tak Ingin Jabatan Presiden FIA

- Sport
Rabu, 07 Jul 2004 13:13 WIB
Jakarta - Kosongnya jabatan Presiden Federasi Otomatif Internasional (FIA) yang dilepas Max Mosley untuk musim depan, menimbulkan banyak spekulasi. Isu yang beredar bos Ferrari Jean Todt berminat mengisi posisi itu. Namun Todt membantah hal tersebut.Beberapa minggu belakangan pasca pernyataan mundurnya Mosley, namaTodt yang asli Prancis ini disebut-sebut sebagai calon terkuat untuk jabatan presiden FIA tahun depan. Bantahan keras pun dilontarkan Todt, ia mengaku tidak berminat mengisi pekerjaan yang bakal dimulai pada bulan Oktober mendatang itu. Todt yang memegang jabatan Direktur Pelaksana Ferrari ini mengungkapkan ia sama sekali tidak berencana untuk menemukan tantangan baru. Mantan juara dunia rally itu sudah merasa puas dengan kesuksesannya bersama tim Kuda Jingkrak dan bangga bisa bekerja sama dengan pembalap bintang Michael Schumacher. Baginya hal itu tidak tergantikan."Saya sekarang direktur Ferrari, sayalah yang memegang kendali di salah satu tim terbaik Formula 1. Dan saya tak ingin melepaskannya, apalagi kontrakku baru habis di akhir 2006, saya ingin memenuhi kewajiban itu," tandas Todt seperti dilansir sportinglive, Rabu (7/7/2004).Todt pun malah balik menantang, bahwa keuntungan sebagai presiden FIA tidak bisa dianggap sebuah keuntungan yang besar. "Beri tahu saya, apa keuntungannya mengganti Max. Bekerja gratis dengan orang tanpa adanya suatu kesepakatan ?""Tidak ada alasan meninggalkan perusahaan bagua (Ferrari) untuk jabatan itu. Saya disini dibayar baik dan saya suka sukses kemenangan di tiap balapan."Menanggapi mundurnya Mosley, Todt justru memberikan salut kepada presiden FIA itu. Menurutnya memegang sebuah organisasi otomatif yang terkenal di dunia sampai 13 tahun adalah sebuah prestasi yang tinggi. "Saya pikir FIA kehilangan hal besar, karena komitmen Max sangat sulit dicari tandingannya. Siapa orang yang mau menghabiskan 12 jam sehari mengurusi masalah top otomotif." tandas Todt. (erk/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads