Sejak dua kali beruntun retire di Silverstone dan Nurburgring, Button menjalani kurva menanjak. Dari tujuh seri setelahnya, ia dua kali meraih kemenangan, tiga kali finis kedua dan masing-masing satu kali finis di posisi tiga dan empat.
Di periode yang sama, capaian terbaik Hamilton justru finis kedua. Sisanya, ia dua kali finis keempat dan kelima, satu kali finis ketujuh dan sekali retired.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sejujurnya Lewis akan merasa di bawah tekanan karena penampilan bagus Jenson saat ini," nilai Prinsipal Tim McLaren Martin Whitmarsh di Planet F1.
"Jika Anda jujur, pembalap pertama yang ingin Anda kalahkan adalah rekan satu tim Anda sendiri. Kami tak bersembunyi dari hal itu, dan begitu juga Lewis dan Jenson. Mereka ada di sana untuk saling mengalahkan, tapi Jenson sedang oke," lanjutnya.
Adanya persaingan itu, kata Whitmarsh, justru disukai oleh McLaren. Ia bahkan memang ingin agar kedua pembalapnya itu saling mengalahkan.
"Tentu saja Lewis adalah pembalap berbakat sebagaimana dirinya, tapi ia takkan suka dikalahkan siapapun, apalagi oleh Jenson. Meski di luar mereka punya hubungan fantastis, tapi Lewis takkan suka dikalahkan rekan setimnya."
"Akan tetapi, aku juga tidak ingin ia menikmati dikalahkan oleh rekan setimnya. Aku ingin ia mencoba dan mengalahkan Jenson, begitu juga sebaliknya," simpul Whitmarsh.
(krs/mrp)











































