Kejadian dimaksud terjadi pada November 2010 lalu saat Button yang baru selesai menjalani sesi kualifikasi GP Brasil hendak meninggalkan lokasi sirkuit Interlagos bersama sang ayah, manajer, dan pelatihnya.
Ketika itu rombongan Button yang mengendarai mobil Mercedes didekati oleh sekelompok orang yang masing-masing membawa senapan mesin. Untungnya pengemudi mobil Button, yang juga seorang polisi, dengan cekatan dan sigap mampu melarikan kendaraannya membelah kepadatan lalu lintas menuju tempat aman.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tidak, tidak sama sekali," tukasnya ketika ditanyakan apakah ia merasa risau, seperti dilansir ESPN F1.
Kepada Sporting Life, Button juga meyakini kalau para pembalap F1 kini akan mendapatkan pengawalan lebih ketat dari aparat kepolisian. Tetapi ia tetap mewanti-wanti agar para anggota tim lainnya waspada dengan lingkungan sekitar.
"Sesuatu bisa saja terjadi. Itu sudah terjadi berulangkali dengan para mekanik dan teknisi, dan pada akhirnya bisa menimpa pembalap. Aku pikir mereka hanya menginginkan barang-barang berharga kita saja."
"Tapi keamanan tahun ini akan lebih baik. Aku pikir setiap pembalap akan mendapatkan pengawalan dari polisi, dan mestinya memang begitu. Tapi Anda tetap harus memikirkan semua yang terlibat di dunia F1 karena mereka tak mendapatkan pengawalan polisi seperti itu," analis Button.
(krs/a2s)











































