Sejak berkiprah di lintasan F1 pada tahun 2005, Red Bull lebih banyak menuntaskan musim di papan tengah klasemen. Hal itu mulai berubah pada tahun 2009 saat finis di posisi dua klasemen konstruktor.
Setahun kemudian, 2010, Red Bull melakukan lompatan besar dengan menjelma jadi tim tangguh yang pada prosesnya berhasil menjuarai klasemen konstruktor sekaligus mengantar Sebastian Vettel jadi juara dunia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dominasi Red Bull itu sendiri diklaim sebagian kalangan sudah membuat persaingan 'Jet Darat' jadi tidak seru lagi. Christian Horner selaku prinsipal tim pun mengaku bahwa mereka mungkin juga sudah kehilangan dukungan dari fans.
"Saat Anda mulai menang, Anda jadi sangat populer, tapi ketika Anda melakukannya berulangkali Anda menjadi sangat tidak populer," ujarnya di Planet F1.
"Begitulah sifat olahraga, sifat dari bisnis ini, tapi sejujurnya memenangi balapan demi balapan membuatnya jadi terasa cukup terasa pantas," lanjut Horner.
(krs/krs)











































