Dari 2001-2009, Raikkonen beraksi di arena 'Jet Darat'. Dalam periode itu ada tiga tim yang ia bela: Sauber, McLaren, dan Ferrari. Prestasi tertinggi ia capai bersama tim yang disebut terakhir, yakni menjadi juara dunia pada musim 2007.
Setelah finis di posisi enam pada musim 2009, Raikkonen memutuskan hijrah dari F1. Pria Finlandia itu banting setir ke dunia reli.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Memang sempat ada dua pilihan. Antara tim ini atau Williams dan pada akhirnya semua berjalan mulus dengan Lotus Renault seperti yang kami inginkan, jadi itulah alasannya (memilih Renault)," ujar Raikkonen di Autosport.
Pembalap yang kini berusia 32 tahun itu juga menjamin motivasinya di dunia F1 tak perlu dipertanyakan. Raikkonen bahkan menyebut tak pernah berhenti nikmatnya membalap di lintasan F1. Berkat dua penampilannya di arena NASCAR, ia pun sadar betapa ia merindukan balapan melawan pembalap lain.
"Aku tak pernah kehilangan hasrat membalap di F1. Tapi aku turun di balapan NASCAR pada awal tahun ini dan aku mulai lebih merindukan balapan melawan pembalap lain karena di dalam reli lawannya adalah waktu. Itu yang aku rindukan," ungkap Raikkonen.
(krs/a2s)











































