Tahun lalu, GP Bahrain dijadwalkan menjadi seri pembuka pada 13 Maret 2011 di Sirkuit Internasional Bahrain di Sakhir. Seri tersebut ditunda dan kemudian dibatalkan setelah situasi di sana tak kunjung memungkinkan.
Situasi serupa juga terjadi pada tahun ini. Beberapa lembaga hak asasi manusia di Bahrain meminta tim-tim yang berlaga di F1 untuk memboikot balapan yang sedianya akan digelar pada 22 April, menjadikannya seri keenam di tahun 2012.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya pikir, kami harus mempercayakan ini kepada pihak yang berwenang. Mereka akan memberikan pendekatan berbeda. Pada akhirnya, hanya ini yang bisa kita lakukan," ujarnya seperti dilansir Autosport.
"Saya mendengar banyak rumor mengenai situasi ini. Kami harus bergantung pada pihak yang kompeten menanganinya. Kami punya federasi internasional, CRH, kami juga punya hubungan baik dengan negara itu dan kami tak bisa hanya mendengar dari sumber-sumber informasi yang berbeda."
"Kami harus tetap tenang dan realistis. Jadi, kami harus menunggu apa yang akan dilakukan oleh pihak berwenang dan apa yang akan mereka katakan kepada kami," tukasnya.
Sheikh Salman bin Isa Al-Khalifa, Chief Executive dari Sirkuit Internasional Bahrain, juga mengatakan bahwa pihaknya akan berusaha sebaik mungkin mengatasi masalah ini. Pihaknya telah mengumpulkan kembali para staf yang tahun lalu dibubarkan menyusul batalnya perhelatan balapan.
(roz/din)











































