Vettel, seperti yang ditunjukkannya dalam dua musim terakhir, adalah raja formula 1. Dominasinya tak bisa dibantahkan, sampai akhirnya ia menempati urutan enam pada saat kualifikasi dan finis di urutan dua pada saat balapan di Albert Park akhir pekan lalu. Padahal, Vettel adalah pemenang GP Australia tahun sebelumnya.
Usai balapan tersebut, Vettel kemudian mengatakan bahwa McLaren akan menjadi ancaman bagi dirinya dan Red Bull tahun ini. Namun demikian, sampai mana kebenaran hal itu bakal dibuktikan di Sepang akhir pekan nanti.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
McLaren memang menjanjikan. Setelah tampil menjanjikan di sesi tes pra-musim, The Silver Arrows juga mendapatkan posisi start 1-2 di Melbourne Park. Lalu, mereka meraih posisi finis 1-3 dalam balapan, dengan Jenson Button jadi pemenang dan Lewis Hamilton di posisi 3.
Musim lalu, Vettel sukses menjuarai dua seri awal, di Australia dan Malaysia. Di Sepang tahun lalu, ia tampil sebagai juara, meski KERS-nya bermasalah sepanjang balapan. Christian Horner lantas menyebut bahwa kunci pebalap asal Jerman itu menjadi juara adalah ketenangannya.
Bisakah ketenangan yang sama muncul lagi akhir pekan ini? Horner optimistis akan hal tersebut, seraya menambahkan bahwa kecepatan McLaren masih bisa disaingi oleh Red Bull. "Siapa pun yang mendapat performa terbaik dari mobil akan memperoleh keuntungan," nilai team principal Red Bull tersebut.
Di sisi lain, Ferrari tidak mau tertinggal begitu saja. The Prancing Horse dan Fernando Alonso mengalami hari-hari yang tidak menyenangkan di Australia. Setelah hanya start dari urutan 12, Alonso akhirnya harus mengakhiri balapan di urutan kelima. Wajar, kalau kemudian ia tampak murung setelah balapan.
"Kami bisa bertarung, tapi bukan untuk mencapai posisi atas. Jadi, kami harus memperbaiki secepatnya," lugas Alonso usai lomba di belakang paddock Ferrari yang juga dihadiri detiksport.
Pertarungan memperebutkan posisi nomor satu dan podium di Sepang disinyalir kian seru lantaran Kimi Raikkonen tak mau dilupakan begitu saja. The Iceman yakin bahwa Lotus E20-nya bisa bersaing dengan Red Bull, Ferrari, dan McLaren. Ia pun cukup percaya diri bisa finis di urutan tiga besar.
"Mobil ini punya kecepatan. Asal saja kami punya kualifikasi yang bagus, kami akan bisa berjuang untuk podium," ucap mantan pembalap Ferrari dan McLaren itu.
(roz/a2s)











































