BMW: Pernyataan BAR Menyesatkan

BMW: Pernyataan BAR Menyesatkan

- Sport
Rabu, 11 Agu 2004 10:36 WIB
Jakarta - Adu argumentasi antara tim BAR Honda dan BMW Williams semakin seru. Kontrak sah yang diklaim BAR didukung oleh Contracts Recognition Board (CRB), dinyatakan BMW sebagai informasi menyesatkan.Sulit untuk memastikan siapa yang benar dalam masalah ini. Baru saja tim BAR membeberkan bukti dukungan CRB yang menyatakan kontrak Jenson Button bersama BAR hingga 2005, adalah satu-satunya kontrak yang sah. Namun kini sudah ada pernyataan tim BMW yang mementahkan klaim rivalnya itu.BMW mengatakan bahwa BAR telah menyebarkan informasi menyesatkan. Karena CBR bukanlah otorita tertinggi di FIA yang menetapkan sah atau tidaknya kontrak. Selain itu BMW menegaskan bahwa mereka tidak pernah memaksa Button, tetapi ini merupakan keinginan pembalap asal Inggris itu sendiri."Menanggapi pernyataan yang dibuat BAR, tim BMW Williams menegaskan bahwa Jensonlah yang ingin bergabung dengan kami tahun 2005 nanti. Dan posisinya dalam kontrak sangat memungkinkan hal itu terjadi," ujar juru bicara BMW, seperti dilansir Crashnet, Selasa (10/8/2004).Selain itu BMW juga ingin mengklarifikasi beberapa hal, diantaranya:* Contracts Recognition Board (CRB) bukanlah lembaga konstitusi di FIA, tetapi merupakan badan independen yang dibentuk berdasarkan persetujuan tim-tim Formula 1, pemegang saham (FOM), dan FIA. Jadi sangat tidak benar jika keputusan CRB mewakili keputusan resmi FIA.* Peryataan BAR adalah sangat menyesatkan. BAR memang telah mendaftarkan keinginan mereka untuk mengontrak Button hingga 2005. Tetapi CRB tidak pernah mengesahkan rencana tersebut, kecuali hanya menerima dokumen dari BAR.* Ini tidak berarti kontrak mereka sah, dan tidak memiliki kontrak lain dengan Jenson Button. * Berhubungan dengan catatan sebelumnya, tim BMW Williams memiliki kontrak dengan Jenson Button yang disimpan CRB tanggal 22 Oktober 2002. * Tim BMW Williams berpendapat, BAR telah gagal memenuhi tanggung jawabnya seperti yang tertuang dalam kontrak bersama Jenson Button. Selain itu, masa kontrak mereka juga sudah habis, sehingga kontrak BMW Williams yang berlaku.* CRB tidak dalam semua kasus membuat keputusan final mengenai permasalahan kontrak. Dan bisa saja melimpahkan kasusnya kepada otorita yang berwenang.Perdebatan yang semakin meruncing antara BAR dan BMW agaknya akan berakhir di meja pengadilan. Jika pemikiran BMW memang benar, harapan Button untuk pindah akan terpenuhi. Tetapi jika klaim BAR yang benar, maka Button tidak hanya gagal pindah, tetapi juga terancam tidak bisa ikut balapan Formula 1 lagi karena surat ijinnya akan dicabut. (lom/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads