Balapan Penentuan Schumi

Jelang GP Hongaria

Balapan Penentuan Schumi

- Sport
Kamis, 12 Agu 2004 12:01 WIB
Jakarta - Konsentrasi pencinta F1 beberapa hari terakhir tersita oleh drama 'pengkhianatan' pembalap BAR-Honda Jenson Button ke Williams. Namun seri balapan F1 akan bergulir lagi setelah tiga pekan absen. Sirkuit Hungaroring, Hongaria, akan menjadi the moment of truth buat pembalap Ferrari Michael Schumacher. Jika menang di sirkuit sepanjang 4.381 km ini Schumi bisa menorehkan dua rekor sekaligus. Pertama, pembalap asal Jerman ini akan menorehkan rekor pembalap pertama yang mampu memenangkan 12 seri balapan dalam satu musim kompetisi. Kedua, Schumi akan menorehkan rekor sebagai pembalap pertama yang mampu merengkuh tujuh gelar dunia. Schumi juara sebelum kompetisi belum berakhir? Ya. Jika Schumi juara di seri GP ke-13 ini, maka perolehan angka yang sudah dikoleksi bapak dua anak ini akan menjadi 120. Melihat posisi klasemen, hanya ada dua pembalap yang bisa 'menyaingi', yaitu Rubens Barrichello dan Jenson Button. Bagaimana kans keduanya? Kita mulai dari Button. Secara matematis, pembalap asal Inggris ini sudah tak mungkin mengejar perolehan angka Schumi. Pasalnya kini koleksi angka Button baru 69. Jika pembalap berusia 24 tahun itu bisa memenangkan seluruh sisa balapan, Button 'hanya' akan finish dengan nilai 119, alias kurang satu angka dari koleksi angka Schumi sekarang. Dengan kata lain, Button sudah pasti tereliminasi dari race menuju gelar juara. Lawan terberat, yang kalau boleh dibilang satu-satunya, adalah Barrichello. Secara matematis, ia sangat mungkin mengejar perolehan angka Schumi. Dengan koleksi nilai 74, pembalap asal Brasil ini bisa finish dengan nilai 124 jika berhasil meraup poin maksimal di sisa seri balapan. Namun, faktor non-matematis bakal menjadi ganjalan buat Rubinho--panggilan akrab Barrichello. Pasalnya ia terkenal dengan predikatnya sebagai pembalap nomor dua Ferrari. Artinya, Rubinho seringkali mesti 'mengalah' demi memuluskan jalan pembalap nomor satu yang notabene adalah Schumi. Entah karena alasan itu atau tidak, faktanya Rubinho belum pernah berhasil naik podium lebih tinggi dari Schumi di tahun ini. Paling banter, pembalap berusia 32 tahun itu cuma finish kedua dalam enam seri balapan. Jangan ragukan pula konsentrasi Ferrari untuk mempersembahkan gelar buat Schumi. Pasalnya, selain sang pembalap, "kuda jingkak" juga tengah mengincar rekor. Jika mereka berhasil meraih 10 poin saja dari dua pembalapnya, tropi juara konstruktor keenam akan menjadi milik mereka. Akankah Hungaroring jadi saksi pecahnya rekor Schumi? (mel/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads