Kritik keras tersebut disuarakan Villeneuve, yang memang terkenal sangat blak-blakan dalam mengkritik, karena menilai para pebalap saat ini kurang rasa saling menghormati sehingga kadang tampil seenaknya.
"Saya pikir masa-masa ketika F1 berbahaya, 20 atau 30 tahun lalu, risiko meninggal sangat tinggi sehingga para pebalap tidak macam-macam satu sama lain, ada rasa hormat ekstra," kata Villeneuve kepada Guardian yang dikutip ESPN F1.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejak Ayrton Senna meninggal di lintasan F1 pada tahun 2004, belum ada lagi kecelakaan fatal yang merenggut korban jiwa. Di satu sisi ini jelas bagus, meski di sisi lain juga dinilai membuat para pebalap terlena dan tidak menyadari betapa berbahayanya arena 'Jet Darat'.
"Mereka sepertinya lupa dan suatu haru akan terjadi lagi dan akan ada banyak aturan-aturan baru yang menimbulkan reaksi berlebih. Semua pihak kini dilelapkan oleh fakta bahwa F1 itu berbahaya. Mereka semua berpikir bahwa ini adalah sebuah video game padahal bukan. Ini amat sangat berbahaya dan berat," serunya.
(krs/din)











































