Momen Pendewasaan Hamilton

Momen Pendewasaan Hamilton

- Sport
Senin, 01 Okt 2012 15:13 WIB
Momen Pendewasaan Hamilton
REUTERS/Pablo Sanchez
London - Kepindahan Lewis Hamilton dari McLaren ke Mercedes pada musim depan menuai sejumlah tanggapan positif. Hal itu dinilai sekaligus menjadi momen buat Hamilton untuk mendewasakan diri.

Hamilton memulai kariernya di F1 pada tahun 2007 lalu bersama McLaren. Tetapi hubungan keduanya sebenarnya sudah dimulai jauh sebelum itu.

Di usia 10 tahun, pada musim dingin 1995, Hamilton belia pernah mendekati Ron Dennis, bos McLaren saat itu, dan dengan tegas menyatakan ingin membalap untuk timnya suatu hari nanti. Inilah kali pertama McLaren "bersentuhan" dengan Hamilton yang kini berusia 27 tahun.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada prosesnya kebersamaan McLaren-Hamilton, yang telah membuahkan satu gelar juara dunia pebalap tahun 2008 lalu, akan berakhir saat musim ini habis. Si pebalap Inggris telah memutuskan untuk meninggalkan McLaren dan gabung Mercedes.

Sejumlah pebalap tenar F1 di masa lalu mendukung keputusan Hamilton tersebut. Mantan juara dunia F1 Damon Hill, misalnya, yang menilai bahwa Hamilton sudah seperti burung yang terpenjara dalam sebuah sangkar di McLaren.

Dukungan serupa turut dilontarkan oleh mantan pebalap McLaren David Coulthard. Sudah "dikawal" McLaren sejak belia, keputusan Hamilton meninggalkan tim itu krusial sebagai tahapan untuk mendewasakan dirinya sendiri.

"Anda tidak seumur hidup tinggal di 'rumah', sekalipun kulkasnya selalu penuh dan cucian Anda selalu beres. Pada suatu waktu Anda harus pergi. Tumbuh. Menjadi seorang pria dewasa. Inilah momen itu untuk Lewis," kata Coulthard dalam kolomnya di The Telegraph.

John Watson, yang membalap untuk McLaren pada periode 1979-1983, melontarkan penilaian senada. Menurutnya, keliru jika ada yang menyebut Hamilton pindah ke Mercedes karena termotivasi uang. Sebaliknya, si pebalap lebih membutuhkan kebebasan untuk menentukan masa depannya sendiri.

"Ini seperti seorang bocah yang sudah tumbuh dan ingin meninggalkan rumah, tak lagi dikendalikan orang tuanya," kata Watson di ESPN F1.

"Saat Anda membalap untuk McLaren, segala sesuatu tentangmu otomatis menjadi properti tim. McLaren adalah tim yang bagus untuk dibela tapi mereka punya keterbatasan dan saya pikir Lewis merasa keterbatasan itu mengganggu keinginannya untuk tumbuh, dari sudut pandang yang tak berkaitan dengan balapan otomotif."

"Ia datang (ke McLaren) pada usia sangat muda dan tidak tahu apa-apa. Jenson (Button, rekan setim Hamilton) merupakan karakter yang lebih matang dengan bermacam-macam pengalaman. Pengalaman hidup Lewis sejauh ini (sebaliknya) cuma ia dapatkan dari kehidupannya di McLaren," beber Watson.



(krs/rin)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads