Dengan keunggulan 13 poin yang dimiliki atas Fernando Alonso, Vettel cuma harus finis di posisi empat pada GP Brasil. Namun di lap pertama skenario tersebut sudah berantakan.
Selain start buruk, yang membuatnya langsung turun ke posisi tujuh di tikungan pertama, Vettel bernasib nahas di tikungan berikutnya saat Red Bull miliknya dihajar dari belakang oleh Bruno Senna. Mobil Vettel melintir dan menghadap arah yang salah, dia pun terlempar ke posisi paling belakang. Namun begitu, dalam waktu singkat dia sudah bisa naik kembali ke urutan ketujuh.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Itu balapan yang luar biasa. Mereka mencoba segalanya untuk membuat kami kesulitan hari ini. Dari dalam mobil saat Anda terputar di tikungan keempat untuk alasan yang tak jelas, itu memunculkan perasaan yang paling tidak menyenangkan. Saya cukup beruntung ketika itu tak ada yang menabrak dalam posisi tersebut," sahut Vettel dalam konferensi pers usai balapan.
"Saya pikir itu adalah balapan terberat, tapi kami tetap yakin dengan diri sendiri dan tetap menjadi diri sendiri," lanjutnya seperti diberitakan Autosport.
Meski akhirnya hanya bisa finis di posisi enam, hasil tersebut sudah cukup untuk Vettel meraih titel juara dunianya untuk kali ketiga. Driver 25 tahun itu juga jadi pebalap termuda yang berhasil meraih tiga gelar juara dunia, setelah dua yang pertama di musim 2010 dan 2011.
"Banyak orang mencoba menggunakan cara-cara kotor, hal-hal tertentu yang dalam pandangan kami telah melewati batasan-batasan dan kami tidak pernah mempedulikan hal tersebut atau terpengaruh dengannya. Kami terus berusaha maksimal hingga akhir," lanjutnya kemudian.
(din/rin)











































