Ferrari harus puas melihat Red Bull Racing berjaya lagi setelah Sebastian Vettel mempertahankan titel juara dunianya untuk ketiga kali secara beruntun. Vettel di klasemen akhir unggul tiga poin dari Fernando Alonso.
Fakta yang ada ini jelas mengecewakan bagi Ferrari sebab Alonso di awal musim hingga sebelum seri di GP Korea selalu berada di posisi pertama. Apalagi driver asal Spanyol itu jadi pebalap pertama musim ini yang merebut tiga kemenangan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal inilah yang kemudian membuat Di Montezemolo gerah dan menyebut start lambat timnya di awal musim jadi penyebab utama. Di paruh pertama musim, Alonso sempat hanya finis di urutan 9, 7 dan dua kali posisi 5.
"Apa yang terjadi musim ini adalah gambaran apa yang terjadi di musim sebelumnya," ujar Di Montezemolo seperti diwartakan Autosport.
"Pada topik ini, saya akan meminta analisa mendalam dan sebuah perbaikan dari cara kerja serta organisasi, karena musim depan kami ingin punya mobil juara sejak balapan pertama di mana itu tidak terjadi dalam dua musim terakhir," lanjutnya.
Tentu saja hal itu harus dibarengi dengan kinerja Stefan Domenicali, Pat Fry dan kru di paddock 'Kuda Jingkrak' agar bisa memberikan Alonso serta Felipe Massa paket mobil yang lebih cepat, agar bisa bersaing dengan Red Bull serta McLaren Mercedes.
"Meskipun kami adalah tim yang paling banyak mencetak poin di lima balapan terakhir dan kepuasan kami melihat dua pebalap kami berada di podium kemarin, tapi tetap saja mobil kami kurang cepat untuk menempatkan kami di urutan terdepan dan itu problem utama kami sepanjang musim."
"Fernando akan merespon dengan caranya, bahkan berusaha lebih kesar lagi dan sadar bahwa dia akan tak terkalahkan jika mendapat mobil yang kompetitif," tuntas Di Montezemolo.
(mrp/din)











































