Di umurnya yang terhitung uzur sebagai seorang pebalap, Mark Webber belum tahu kapan ia akan pensiun. Ia justru merasa masih bersaing di atas lintasan dan bahkan dengan rekan setimnya Sebastian Vettel.
Webber yang kini berusia 36 tahun akan jadi driver F1 tertua musim depan setelah Michael Schumacher dan Pedro de la Rosa tak lagi berkiprah di olahraga adu balap jet darat itu. Meski termasuk salah satu pebalap senior, karier Webber sebenarnya tak begitu cemerlang.
Nama Webber baru benar-benar menanjak setelah Red Bull Racing merajai F1 dalam tiga musim terakhir meskipun ia jadi salah satu pebalap senior musim depan bersama Jenson Button dan Fernando Alonso.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya tak berada di awal karier dan saya tahu itu. Saya kini tengah menuju penghujung karier saya," ujar Webber seperti diwartakan Autosport.
"Tujuan saya adalah selalu tampil di setiap musim. Saya sudah bersaing untuk menjadi juara dunia dan saya punya beberapa memori yang bagus dan juga sangat spesial dalam beberapa tahun terakhir," lanjutnya.
"Soal puncak karier itu relatif. Anda harus bisa menempatkannya secara bersama. Dan Anda harus jujur dengan diri Anda sendiri dan bilang 'lihat kawan, inilah saatnya (pensiun)' - dan saya merasa saat ini belum waktunya."
Musim depan Webber akan memasuki musim ke-11 mengemudikan mobil F1 dan ambisinya pun boleh jadi masihlah tinggi di mana ia optimistis untuk bersaing dengan Vettel, rekan setimnya yang berstatus sebagai juara dunia dalam tiga musim terakhir.
"Jika saya kalah lebih dari 20 detik saat kualifikasi, jelas bahwa Anda sudah diperingatkan."
"Sampai pada saat itu di mana Anda merasa sudah tidak bisa mengeluarkan kemampuan terbaik Anda dan Anda terpeleset, maka Anda harus tetap berusaha. Itulah yang kami ingin lakukan musim depan," tandas Webber.
(mrp/mrp)











































