GP Cina Cermin Kemampuan Asia
Selasa, 28 Sep 2004 20:01 WIB
Jakarta - GP Cina disebut-sebut yang terbaik sepanjang sejarah Formula 1. Inilah bukti bahwa Formula 1 bisa hidup di luar Eropa dan Amerika. Lebih luas lagi, inilah visi baru Asia. Tidak sia-sia Cina mengeluarkan biaya hingga 300 juta euro (Rp 3,4 triliun) untuk membangun sirkuit Shanghai. Dan itu masih ditambah sekitar 40 juta euro yang disetorkan kepada Bernie Ecclestone untuk memberikan izin digelarnya F1 di Shanghai.Segudang fasilitas yang disediakan, semuanya mendapat pujian dari pemilik tim, pembalap, maupun penonton. Sementara bagi media, Shanghai merupakan satu-satunya sirkuit yang sangat "memanjakan", dengan menempatkan media centre di tengah lingkaran lintasan. Dari segi teknis, desain sirkuit dibuat sangat variatif hingga memuat banyak sekali tantangan. Dan di sirkuit inilah paling banyak terlihat manuver "overtaking" dibandingkan sirkuit lainnya. Disamping pemandangan sepanjang sirkuit yang lebih cocok disebut taman.Namun GP Shanghai tidak akan bisa digelar tanpa kebijaksanaan khusus dari pemerintah Cina. Sebagai salah satu negara yang melarang iklan rokok, Cina berani memberikan pengecualian untuk ajang Formula 1. Hal ini semakin meningkatkan minat sponsor untuk mendukung program pemerintah termasuk Olimpiade 2008 yang juga dilaksanakan di Cina.Namun yang terpenting dari itu semua ialah, Shanghai memberikan wacana baru kepada dunia bahwa olahraga Formula 1 yang disebut paling "expensive", ternyata bisa hidup subur di luar Eropa dan Amerika. Sehingga akan semakin besar kepercayaan dunia kepada negara-negara Asia untuk lebih sering menggelar even-even besar seperti Olimpiade dan Piala Dunia. (lom/)











































