Musim 2012 lalu diawali dengan tampilnya tujuh pemenang berbeda di dalam tujuh balapan awal. Rentetan itu baru terhenti di seri nomor delapan ketika Fernando Alonso (Ferrari) memenangi balapan keduanya musim itu, usai menjadi yang tercepat dalam GP Eropa.
Dalam perjalanan musim, persaingan berebut gelar juara dunia akhirnya cuma menyisakan Alonso dengan Vettel. Pada akhirnya, adalah si pebalap Red Bull yang tampil jadi kampiun di akhir musim, dengan keunggulan tiga poin dari Alonso.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Di paruh pertama musim, saya memprediksi situasi yang amat mirip dengan 2012, di mana kita melihat banyak pemenang berbeda. Kemudian di pauh kedua, sejumlah favorit akan mulai terlihat," lanjutnya.
Pebalap Jerman itu juga menambahkan bahwa konsistensi, alih-alih kecepatan murni, sekali lagi akan menjadi kunci buat Red Bull dalam usaha merangkaikan gelar juara keempat beruntun.
"Untuk bisa menjadi salah satunya (pengejar gelar) Anda harus mencetak poin di setiap balapan dan konsisten--itulah yang membuat kami jadi juara di 2012," lugasnya.
(krs/mrp)











































