Kimi Raikkonen finis pada posisi dua untuk tiga balapan terakhir secara beruntun, setelah melintasi garis finis di belakang Fernando Alonso di GP Spanyol. Ini membuatnya belum bisa kembali naik podium teratas lagi sejak melakukannya di seri pertama lalu.
"Ketimbang senang, saya lebih merasa frustrasi," kata Lopez mengomentari hasil itu, seperti dikutip Planet F1.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tetapi merasa frustrasi akibat finis kedua itu bagus dan ini adalah tolok ukur seberapa jauh kami sudah melangkah," paparnya.
Setelah musim lalu menyudahi musim di posisi empat klasemen konstruktor dan mengantar Raikkonen finis di posisi tiga klasemen pebalap, Lotus musim ini memang telah menjelma menjadi salah satu tim yang harus amat diwaspadai rivalnya.
Seiring dengan peningkatan performa tersebut ambisi di tubuh tim Lotus, yang kini ada di posisi tiga klasemen konstruktor, pun bertambah. Walhasil mereka tak lagi puas cuma menyudahi balapan di posisi dua.
"Dalam kasus kami, rasa frustrasi ini adalah bentuk evolusi selaras dengan ekspektasi kami. Kami bisa frustrasi akibat tak dapat poin, lalu kami bisa frustrasi karena tak ada di posisi lima besar, dan kini kami frustrasi tak bisa menang."
"Jadi ini hal yang bagus, tapi saya jelas frustrasi atas apa yang terjadi kepada Romain (Grosjean) karena kami benar-benar butuh kedua mobil dapat poin," lugasnya, setelah Grosjean gagal finis akibat masalah pada mobilnya di GP Spanyol lalu.
(krs/nds)











































