Ban Buruk, Bos McLaren Berharap Tidak Terjadi Boikot

Ban Buruk, Bos McLaren Berharap Tidak Terjadi Boikot

- Sport
Senin, 01 Jul 2013 18:33 WIB
Ban Buruk, Bos McLaren Berharap Tidak Terjadi Boikot
Mark Thompson/Getty Images
Jakarta - Bos McLaren, Martin Whitmarsh, mengakui ada kemungkinan boikot di balapan berikutnya menyusul insiden ban di GP Inggris. Namun ia mengajak semua pihak untuk bersama-sama membenahi masalah ini.

Tercatat sedikitnya empat pebalap mengalami insiden ban pecah saat balapan berlangsung di sirkuit Silverstone akhir pekan lalu. Keempat pebalap tersebut adalah Lewis Hamilton, Felipe Massa, Jean Eric Vegne, dan Sergio Perez.

Produsen ban Pireli telah berjanji untuk melakukan investigasi dan mengusut masalah ini. Mereka enggan berspekulasi mengenai apa penyebab pecahnya ban, sementara tim-tim dan para pebalap mengeluhkan hal ini terutama dari sisi keamanan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ada kemungkinan boikot terjadi dan bisa jadi demikian jika tim-tim dan para pebalap tidak yakin bahwa mereka bisa balapan dengan aman," kata Whitmarsh kepada Sky Sports News dan dikutip oleh Crash.

"Tapi bukan itu yang kami inginkan untuk Formula 1. Kami pernah menghadapi isu ini sebelumnya di Indianapolis (2005) dan itu sangat buruk buat olahraga ini. Jadi kita benar-benar harus bekerja sama.

"Ini bukan saatnya untuk saling menyalahkan. Ini saatnya untuk bekerja sama mencari solusi dan terus berjalan," tambahnya.

Pada balapan di Indianapolis tahun 2005 sebanyak 14 pebalap menolak untuk turun ke sirkuit, sementara enam lainnya tetap melakukan start dan menyelesaikan lomba. Masalahnya sama dengan saat ini, yakni ban yang dinilai buruk kualitasnya.

Kontroversi balapan Indianapolis kala itu muncul ketika Ralf Schumacher yang mengenakan ban Michelin mengalami kebocoran saat latihan bebas dan menyebabkannya menabrak tepi lintasan di tikungan akhir. Kejadian ini memicu pengguna ban Michelin lainnya memboikot balapan, enam pebalap yang menggunakan ban Bridgestone tetap turun lomba.



(nds/a2s)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads