Hamilton: Ban Baru Tetap Butuh Pengawasan

Hamilton: Ban Baru Tetap Butuh Pengawasan

- Sport
Kamis, 04 Jul 2013 07:26 WIB
Hamilton: Ban Baru Tetap Butuh Pengawasan
AFP
Silverstone - Keputusan Pirelli untuk memberikan ban baru di GP Jerman akhir pekan ini disambut positif oleh Lewis Hamilton. Namun pebalap Inggris ini menyatakan bahwa ban baru tersebut tetap harus "diawasi".

Insiden meletusnya ban di GP Inggris menjadi fokus utama berbagai pihak di Formula 1 saat ini. Isu ini bahkan sempat sedikit memanaskan hubungan antara tim-tim peserta balapan, pabrikan tunggal penyedia ban, dan pengelola sirkuit, karena tak ada yang mau dikambing hitamkan.

Pirelli, selaku penyedia tunggal ban akhirnya berjanji memberikan ban baru sebagai langkah cepat mengatasi masalah ini. Mereka mengonfirmasi akan menyediakan ban dengan "sabuk" kevlar yang telah diuji di Kanada.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hamilton yang menjadi salah satu korban ban meletus di sirkuit Silverstone, Inggris akhir pekan kemarin mengaku sangat mengapresiasi langkah yang diambil oleh pabrik ban asal Italia tersebut. Kendati demikian, dia juga meminta berbagai pihak tak buru-buru puas dengan perubahan ini.

"Saya pikir ini masih tetap jadi perhatian dan ini adalah sesuatu yang tetap perlu kita amati bagaimana kerjanya. Kita akan melihat bagaimana balapan akhir pekan nanti berlangsung dan saya yakin bahwa mereka mengambil langkah yang tepat untuk membuat balapan lebih aman," kata juara dunia 2008 ini seperti dikutip Crash.

"Saya puas, tapi ketika kami berada di sana kami akan mendapatkan gambaran jelas bagaimana ban tersebut bekerja bagi kami dan semua pihak dengan situasi yang sama. Tapi saya senang bahwa ada keputusan yang telah diambil."

Pirelli sendiri telah menyatakan bahwa ban kevlar yang memiliki desain asimetris (tidak bisa digunakan di sembarang sisi) hanya akan digunakan sementara, sembari menunggu pengembangan ban simetris yang menggabungkan konstruksi tahun 2012 dengan kompon 2013. Rencananya ban simetris ini akan mulai disediakan pada GP Hungaria di pekan berikutnya.

(cas/rin)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads