Pada balapan di Silverstone,akhir pekan lalu, setidaknya ada lima pebalap mengalami masalah dengan bannya. Awalnya Pirelli menyangkal rangkaian kejadian tersebut disebabkan oleh kondisi ban mereka. Pirelli malah sempat menyalahkan serpihan yang tersebar di lintasan, kerb Silverstone sampai 'menuding' tim telah menurunkan tekanan ban.
Namun kini pihak Pirelli menyebut kalau seluruh kejadian tersebut merupakan sepenuhnya tanggung jawab mereka. Pirelli menyebut kalau kesalahan terbesar yang mereka lakukan adalah mengizinkan tim menukar penggunaan sisi ban.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dengan mobil melaju lebih kencang tahun ini, itu membuat beban berbeda. Dengan ban yang dipasang di sisi sebaliknya, Anda menciptakan sebuah titik lemah dan itulah masalahnya. Ada isu-isu sekunder yang telah kami sebutkan sebelumnya, tapi saya tidak mau lari dari fakta bahwa itu adalah tanggung jawab kami," tambahnya.
Atas insiden kemarin, para pebalap sampai mengancam akan melakukan boikot jika kejadian serupa terulang di Nurburgring, Jerman akhir pekan ini. Namun Pirelli langsung memberikan ban baru dengan sabuk kevlar, sementara ban lain sedang dalam pengembangan dan diperkirakan akan siap pada seri berikutnya di Hungaria.
"Di penghujung hari, kami harus memastikan bahwa kami tidak memiliki masalah-masalah seperti di Silverstone, itu adalah garis bawahnya," ungkap Hembery.
"Kami perlu menyelesaikannya, dan cara terbaik untuk bereaksi adalah melakukannya dengan benar dan menyelesaikan berbagai hal dan menempatkannya kembali ke jalur sebenarnya. Kami adalah perusahaan profesional. Kami sangat bergairah dan sangat ahli dengan apa yang kami lakukan."
"Anda tak bisa kabur di masa-masa sulit. Itulah saatnya untuk bekerja lebih keras dan memastikan Anda melakukan pekerjaan dengan lebih baik," tegasnya seperti diberitakan Crash.
(din/mrp)











































