Serunya 'Balapan' Melawan Mika Hakkinen

Laporan dari Singapura

Serunya 'Balapan' Melawan Mika Hakkinen

- Sport
Jumat, 20 Sep 2013 08:19 WIB
Serunya Balapan Melawan Mika Hakkinen
detikSport/Meylan Fredy Ismawan
Singapura - Selama ini kita hanya bisa menonton aksi para pebalap Formula 1 lewat layar kaca atau sesekali menonton langsung di sirkuit. Bagaimana kalau ada kesempatan untuk menantang mereka beradu cepat?

Mika Hakkinen, juara dunia F1 1998 dan 1999, memberikan kesempatan kepada tiga orang untuk menantangnya "balapan" di sela-sela acara The Gillette Great Face Race di kompleks Vivo City, Singapura, Kamis sore (19/9/2013).

detikSport mendapatkan kesempatan untuk mencoba menantang Hakkinen. Selain itu, beberapa konsumen Gillette terpilih dari Singapura juga ambil bagian.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Karena calon penantang Hakkinen cukup banyak, maka seleksi pun harus dilakukan. Seleksinya adalah "balapan" itu sendiri.

Balapan di sini tentu bukan kebut-kebutan dengan mobil Formula 1 di trek betulan. Ini hanya permainan dengan menggunakan mobil-mobilan kecil dan sebuah sirkuit mini. Sirkuitnya pun sangat sederhana, tak banyak berkelok-kelok layaknya sirkuit betulan. Nama permainan ini adalah slot car.




Bagaimana cara memainkannya? Sederhana sekali. Karena sirkuit mini yang dipakai memiliki empat lajur lintasan, maka ada empat orang yang bisa berlomba secara bersamaan. Setiap peserta mengendalikan satu mobil-mobilan kecil dengan memakai sebuah pengendali elektronik di tangannya.

Peserta tak perlu pusing membelokkan mobilnya ke kanan atau ke kiri. Yang perlu dilakukan hanyalah mengatur kecepatan mobilnya dengan memakai pengendali elektronik. Mobil bisa terpental keluar jalur kalau lajunya terlalu kencang. Kalau terlalu pelan, musuh akan dengan mudah menyalip. Oleh karena itu, perlu perhitungan agar mobil tetap cepat tapi tak sampai keluar jalur.

Untuk babak-babak awal, ditentukan bahwa lomba berjalan sepanjang lima lap. Dua peserta yang paling cepat menuntaskan lima lap akan lolos ke babak selanjutnya. detikSport dan perwakilan dari Indonesia lainnya hanya mampu bertahan sampai babak kedua. Setelah melewati tiga babak penyisihan, akhirnya dihasilkan tiga peserta yang berhak menantang Hakkinen di balapan terakhir.

Khusus untuk balapan terakhir ini, durasi lomba digandakan menjadi sepuluh lap. Hakkinen menggunakan replika mobil Formula 1 McLaren, sedangkan tiga peserta lain masih memakai mobil sport biasa.

Jagoan di trek betulan ternyata tak jadi jaminan Hakkinen akan mudah mengalahkan lawan-lawannya dalam lomba ini. Pria asal Finlandia itu tampak tertawa ketika mobilnya beberapa kali terpental keluar jalur dan dilewati mobil lain.

Meski Hakkinen mencoba menyusul, usahanya itu tak membuahkan hasil. Dia malah finis paling belakang di antara empat peserta.

Pemenang lomba ini adalah Ekasart dari Thailand. Dia dan dua peserta lain mendapatkan hadiah berupa bingkisan dari pihak Gillette.

(mfi/roz)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads