Shine bright like a diamond
....
Penggalan lirik lagu "Diamonds" milik Rihanna di atas cocok untuk menggambarkan GP Singapura. Diselenggarakan di sebuah negara kecil, pesona balapan malam itu mampu menyedot perhatian seluruh dunia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Publik Singapura sempat terusik ketika Bahrain berencana menggelar balapan malam pada tahun depan. Mereka merasa tak spesial lagi karena ada tempat lainnya yang juga menggelar balapan malam. Tapi, keresahan soal ini mulai mereda setelah supremo F1 Bernie Ecclestone memberikan pernyataan yang menenangkan.
"Balapan Anda adalah event yang fantastis. Seri Bahrain digelar pada malam hari tak berarti apa-apa. Jangan khawatir soal itu," ujar Ecclestone kepada media lokal Singapura, The Sunday Times, Sabtu (21/9/2013) lalu.
Pada tahun 2008 silam, Ecclestone sempat menyebut GP Singapura sebagai "the crown jewel of F1". Saat ditanya apakah predikat tersebut masih melekat kepada Singapura, dia menjawab singkat: "Ya, pasti."
Apakah sebutan dari Ecclestone di atas berlebihan? Sepertinya tidak. Lihat saja perhelatan GP Singapura tahun ini. Ratusan ribu orang dari berbagai penjuru dunia masuk ke Singapura demi menyaksikan aksi pebalap jagoan mereka di atas jet darat.
Selama tiga hari (Jumat-Minggu), penonton yang datang ke Sirkuit Marina Bay mencapai 262.527 orang. Ini adalah yang terbesar sejak event pertama pada tahun 2008 silam, yang ditonton sekitar 300.000 orang. Sementara itu, khusus untuk balapan pada Minggu (22/9/2013) lalu, jumlah penonton mencapai lebih dari 87.509 orang.
Dari ratusan ribu penonton yang datang, beberapa di antaranya adalah nama tenar. Mantan kapten timnas Inggris, David Beckham, hadir dan dia nonton langsung dari paddock tim Mercedes. Legenda F1 Niki Lauda juga datang. Sementara itu, mantan Perdana Menteri Thailand, Thaksin Sinawatra, termasuk salah satu tamu VIP yang terlihat hadir.
(mfi/roz)











































