Button Akui Salah Ambil Keputusan

Button Akui Salah Ambil Keputusan

- Sport
Selasa, 30 Nov 2004 19:30 WIB
Jakarta - Keputusan pindah ke Williams adalah sebuah kesalahan. Demikian ungkap Jenson Button tentang blundernya yang memicu kontroversi itu. Secara blak-blakan pembalap Inggris ini akhirnya membuat pengakuan tentang 'insiden' pindah kontrak yang dilakukan pada Agustus lalu. Ia mengaku berbuat kesalahan ingin hengkang dari BAR Honda dan pindah ke BMW WIlliams. "Ya, saya melakukan kesalahan. Saya tidak tahu hal yang benar dan malah mendengarkan kata orang. Saya pikir itu langkah yang benar, tetapi jelas itu salah. Saat saya memutuskan pindah, saya tidak berpikir kalau itu salah, tidak bicara dengan David dan akhirnya kehilangan arah," tutur Button dikutip Guardian, Selasa (30/11/2004). Tidak berdiskusi dengan bos BAR Honda saat itu David Richards, merupakan penyesalan bagi Button. Pembalap berusia 24 tahun ini dianggap melanggar kontrak setelah mengejutkan banyak orang ketika mengumumkan ia pindah ke Williams. Padahal saat itu sisa seri musim 2004 masih ada 6 putaran lagi dan ia bersikukuh pindah ke Williams meski di kontrak tertera masa waktunya sampai akhir 2005. Button menyatakan ketika itu mempunyai ketakutan tersendiri, ketidakjelasan nasibnya di BAR. Ketakutan ini makin menguat ketika ia mendengar rumor kalau Honda akan meninggalkan BAR di penghujung 2004. Namun ketakutan ini tidak terbukti, Honda kini memiliki 45 persen saham di BAR. Ironisnya hal itu justru membuat Richards pergi."Honda sekarang punya wewenang di tim adalah hal yang baik untuk BAR. Berarti sangat besar bagi semua orang yang bekerja di sini. Membuat semua bersemangat menghadapi musim depan," tandas pembalap berusia 24 tahun ini. (erk/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads