Villeneuve Nilai F1 Kini Tak Asyik Lagi

Villeneuve Nilai F1 Kini Tak Asyik Lagi

Kris FW - Sport
Jumat, 14 Feb 2014 18:47 WIB
Villeneuve Nilai F1 Kini Tak Asyik Lagi
AFP/Jorge Guerrero
London - Mantan juara dunia F1 Jacques Villeneuve melontarkan kritik terhadap kondisi dunia yang membesarkan namanya tersebut. Ia bahkan mengaku risau dengan masa depan F1.

Kerisauan Villeneuve itu lahir seiring dengan perubahan-perubahan regulasi yang terjadi di F1 dalam beberapa tahun terakhir. Menurut pria kelahiran Kanada 42 tahun lalu itu, apa yang terjadi lebih banyak negatifnya daripada positif.

"Aku risau dengan kondisi F1, aku cuma berharap diriku keliru. Aku tidak memahami apa yang ingin mereka lakukan. Aku tidak mengerti konsepnya.Formula 1 sudah tidak epik, para pebalapnya tidak lagi dianggap seperti pahlawan. Masalahnya adalah perubahan-perubahan dilakukan dengan cara artifisial dan bukan begitu caranya," kata Villeneuve kepada Autosport.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Mungkin akan menyenangkan untuk enam bulan, tapi setelah itu semua orang akan bosan, dan ketika Anda mulai untuk melakukannya secara artifisial maka Anda harus terus meneruskannya sampai ke titik itu bahkan bukan lagi balapan yang sebenarnya," cibir juara dunia F1 1997 yang kini jadi pengamat dunia 'Jet Darat' dan komentator untuk tv tersebut.

Dengan kritis Villeneuve lantas menyoroti sejumlah perubahan dalam F1 2014 seraya menyelipkan penilaian bahwa penambahan aspek baru, seperti DRS pada 2011 lalu, sudah memunckan pertanda bahwa F1 menuju arah keliru.

"Dengan regulasi mesin, semua jadi amat restriktif sehingga ini bukan lagi F1, tak ada lagi yang spesial mengenainya. Penghematan bahan bakar boleh saja dan itu berjalan bagus di masa lalu. Masalahnya adalah kini pebalap tidak perlu melakukannya. Semua dilakukan secara elektronik," cetus Villeneuve.

"Anda tinggal duduk dan (sistem elektronik) itu membuat bahan bakar Anda jadi lebih hemat, dan ini justru menyalahi tujuannya. Faktor serunya F1 sudah dirampas. Aksi menyalip pun terjadi karena Anda menekan sebuah tombol, bukan karena sebuah gerakan spesial," paparnya.

Villeneuve, yang aktif membalap di F1 pada periode 1996–2006, juga menilai upaya untuk menarik penggemar yang lebih muda dan mempromosikan citra yang lebih ramah lingkungan merupakan langkah yang kurang pas.

"Mereka (regulator F1) berusaha melayani orang-orang yang keliru. Mereka berusaha melayani kalangan 'hijau', tapi F1 tidak hijau jadi tak ada gunanya untuk mencoba. Ini memang memberi citra bagus ke pemerintah dan perlemen, tapi itu bukan F1."

"Dan mereka ingin melayani penggemar yang lebih muda yang kurang punya perhatian besar, dan cuma ingin ada aksi menyalip setiap dua detik walaupun itu buruk, karena mereka tak memahaminya," sesal Villeneuve.

Ia lantas membandingkan F1 saat ini dengan F1 di masa lalu, di mana menurutnya animo penggemar tinggi karena balapan berjalan secara alamiah tanpa banyak sentuhan artifisal seperti sekarang.

"Aku orang yang 'murni' dan aku mencintai olahraga ini. Aku mencintai tahun 1960-an dan 1970-an ketika para penggemar bahkan menikmati balapannya saat cuma ada empat mobil yang finis dan mereka terpaut dua lap. Anda jadi menghormati apa yang sudah dilakukan para pebalap, apa yang mereka capai. Mereka sudah membuat banyak keputusan yang pada jangka panjang tidaklah membantu F1," kritik Villeneuve.



(krs/raw)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads