Salah satu perubahan besar di F1 musim ini adalah soal mesin mobil. Mobil-mobil F1 sekarang memakai mesin V6, yang raungannya memang tidak sebising sebelumnya saat masih menggunakan V8.
Sebagai konsekuensinya, atmosfer balapan pun tidak seheboh musim sebelumnya. Hal inilah yang membuat pihak penyelenggara GP Australia melakukan protes karena menganggap balapan tak terlalu memuaskan para penggemar.
Menjelang seri kedua di Malaysia, sejumlah pebalap mendapatkan pertanyaan soal mobil F1 yang kini kurang bising.
"Jelek banget," kata juara bertahan Sebastian Vettel di Autosport.
"Itu adalah pendapat saya dan saya pikir fans juga begitu. Saya pikir Formula 1 harus spektakuler dan suara adalah salah satu hal yang paling menarik," ujarnya.
Pebalap McLaren Jenson Button punya pendapat berbeda. Menurut Button, pebalap-pebalap yang tak suka dengan mobil F1 tahun ini lebih baik pindah ke kompetisi lain.
"Pergi dan membalap di tempat lain kalau Anda tidak senang," ujarnya.
"Sebagai pebalap, kami tidak punya opini tentang posisi mobil dalam hal suara dan rasa," tambah Button.
"Namun, ketika Anda melewati garis finis pertama Anda memenangi sebuah grand prix. Jadi, Anda tak peduli seperti apa suara mobil atau seperti apa wujudnya. Anda telah mengalahkan para pebalap terbaik di dunia, dan itulah yang paling Anda pedulikan," kata orang Inggris ini.
Sementara itu, Fernando Alonso cenderung berhati-hati dalam memberikan komentarnya terkait masalah ini.
"Ini adalah masalah yang tidak terlalu nyaman untuk dibicarakan, karena kalau saya bilang saya menyukainya, saya akan dikritik karena ini bukan lagi Formula 1 untuk fans," kata Alonso.
"Kalau saya bilang saya tidak menyukainya, fans akan mengkritik karena saya cuma menyukainya ketika saya menang," ujar pebalap Ferrari ini.
Dari tim Williams, Felipe Massa menilai perdebatan soal kurang bisingnya suara mobil F1 yang makin hangat belakangan ini sudah sangat terlambat.
"Dua tahun lalu ketika mereka memutuskan untuk mengganti mesin, yang pertama kali dikatakan orang-orang adalah: Suaranya akan berbeda. Sekarang sudah sangat terlambat," ujar Massa.
"Mustahil turbo dan mesin menunjukkan suara yang sama dengan V8. Mereka bisa melakukan semua yang mereka inginkan, tapi Anda taka akan pernah mendengar suara seperti V8," katanya.
(mfi/roz)











































